Thaher Hanubun Luncurkan Program Makan Bergizi Gratis: Revolusi Nutrisi dari Maluku Tenggara Menuju Indonesia Emas 2045

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 08 Oktober 2025

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Thaher Hanubun Luncurkan Program Makan Bergizi Gratis: Revolusi Nutrisi dari Maluku Tenggara Menuju Indonesia Emas 2045

Langgur, TribunNusantara.web.id | 7 Oktober 2025 — Sebuah langkah besar menuju revolusi gizi nasional dimulai dari ujung timur Indonesia. Bupati Maluku Tenggara, M. Thaher Hanubun, resmi meluncurkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Yayasan Gerakan Maluku Bergizi, bekerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Badan Gizi Nasional (BGN).

Di halaman SDN Inpres Perumnas, suasana pagi itu terasa berbeda. Anak-anak sekolah berbaris rapi dengan senyum mengembang, sementara aroma masakan bergizi dari dapur MBG menguar di udara.

“Program ini bukan sekadar memberi makan, tapi menyiapkan generasi cerdas, sehat, dan kuat untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujar Thaher Hanubun dalam sambutannya yang disambut tepuk tangan panjang.

Bupati menyebut, inisiatif MBG memiliki nilai strategis karena langsung bersinggungan dengan isu nasional penanganan stunting dan implementasi Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC)–Asta Cita Presiden/Wakil Presiden RI 2024–2029.
Menurutnya, langkah ini menjadi bukti nyata bahwa daerah mampu mengambil peran konkret dalam mempercepat transformasi gizi nasional.

Saat ini, dua dapur MBG telah beroperasi di SPPG Watdek dan SPPG Wearlilir. Namun Thaher tak berhenti di situ. Ia mengumumkan kabar menggembirakan bahwa dalam waktu dekat akan dibangun lima dapur baru, yakni tiga dapur hasil pembiayaan APBN di Ohoi Uwat Air, Ohoi Danar, dan kompleks Kantor Bupati, serta dua dapur melalui APBD di Ohoi Rahangiar dan Ohoi Rat.

“Pemerintah tak boleh berjalan sendiri. Kolaborasi dengan yayasan, masyarakat, dan sektor lokal harus menjadi ruh gerakan ini,” tegasnya.

Lebih jauh, Bupati juga mengungkapkan, berdasarkan Keputusan Kepala Badan Gizi Nasional Nomor 58.1 Tahun 2025, akan dibangun 51 dapur tambahan di wilayah 3T, agar anak-anak di pelosok Maluku Tenggara dapat menikmati makanan bergizi tanpa terkendala jarak dan infrastruktur.

Dalam nada tegas namun hangat, Thaher menyampaikan empat pesan penting agar program ini berjalan berkelanjutan:

1. Kolaborasi erat antar pihak, terutama mitra SPPG dan pemerintah daerah, untuk mencegah potensi kendala teknis maupun krisis pangan lokal.
2. Menjaga standar operasional, mulai dari bahan baku, pengolahan, hingga distribusi makanan bergizi.
3. Menjamin kebersihan dan profesionalisme relawan, dengan melibatkan ibu-ibu lokal yang telah mendapat pelatihan sanitasi pangan.
4. Mengoptimalkan sumber pangan lokal, seperti hasil kebun rumah tangga, sekolah, dan kelompok tani setempat.

“Program ini harus menjadi gerakan sosial, bukan proyek jangka pendek. Ini tentang masa depan anak-anak kita, tentang martabat Maluku Tenggara,” ujarnya penuh keyakinan.

Peluncuran MBG hari itu bukan hanya sebuah seremoni, tapi momentum lahirnya optimisme baru — bahwa dari tanah Kei, semangat untuk membangun generasi sehat dan cerdas bisa menyala, bahkan hingga ke pelosok nusantara.

Dengan senyum sumringah, Thaher menutup sambutannya:
“Jangan biarkan anak-anak kita tumbuh dalam kekurangan. Dari sepiring makan bergizi, kita menanam harapan untuk masa depan bangsa.”