Thaher Hanubun: Politik Harus Jadi Jalan Pengabdian, Kepentingan Rakyat Jangan Dikesampingkan

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 14 September 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Thaher Hanubun: Politik Harus Jadi Jalan Pengabdian, Kepentingan Rakyat Jangan Dikesampingkan

Thaher Hanubun: Politik Harus Jadi Jalan Pengabdian, Kepentingan Rakyat Jangan Dikesampingkan

Langgur Tribunnusantara-web.id  — Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, mengingatkan bahwa politik seharusnya tidak berhenti pada perebutan kekuasaan maupun kepentingan kelompok. Politik, kata dia, harus menjadi jalan pengabdian yang bermuara pada kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Thaher saat menghadiri syukuran HUT ke-25 Partai Demokrat di Kabupaten Maluku Tenggara, Sabtu (12/9/2026).

Thaher menegaskan, semangat pembangunan ekonomi, penegakan keadilan, dan penguatan demokrasi yang menjadi bagian dari tema perayaan HUT Demokrat harus diterjemahkan dalam tindakan nyata.

Menurutnya, sebuah tema politik akan kehilangan makna apabila hanya menjadi slogan atau berhenti dalam seremoni. Nilai perjuangan politik justru harus terlihat melalui kebijakan dan kerja yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

   “Ini adalah arah perjuangan yang harus diterjemahkan dalam kehidupan masyarakat,” ujar Thaher.

Dorong Daerah Terjemahkan Agenda Nasional

Thaher mengatakan Indonesia saat ini tengah menghadapi sejumlah agenda besar untuk memperkuat kemandirian bangsa. Di antaranya ketahanan pangan, energi, air, hilirisasi, pembangunan infrastruktur, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Karena itu, pemerintah daerah bersama seluruh elemen masyarakat perlu menerjemahkan agenda tersebut sesuai kondisi dan kebutuhan daerah masing-masing.

Maluku, lanjut Thaher, memiliki karakter pembangunan yang berbeda dibandingkan daerah lain karena merupakan wilayah kepulauan.

Kondisi geografis tersebut membutuhkan kebijakan pembangunan yang mampu menjawab persoalan konektivitas, pelayanan publik, pemerataan pembangunan, serta penguatan ekonomi masyarakat di wilayah kepulauan.

“Pemerintah, masyarakat, agama kita satukan,” tegasnya.

Beda Pilihan Politik, Tetap Bersatu

Dalam kesempatan tersebut, Thaher juga mengajak Partai Demokrat dan seluruh kekuatan politik di Maluku untuk membangun kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat.

Menurutnya, perbedaan pilihan politik merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh menghilangkan semangat persaudaraan dan kerja bersama dalam membangun daerah.

Thaher menilai pembangunan tidak mungkin dikerjakan oleh satu kelompok saja. Dibutuhkan keterlibatan pemerintah, partai politik, tokoh agama, masyarakat, serta berbagai elemen lainnya.

“Tidak ada satu pihak yang mampu menyelesaikan ini tanpa membangun kebersamaan dengan semua pihak,” katanya.

HUT Demokrat Jadi Momentum Perkuat Kebersamaan

Thaher turut mengapresiasi kehadiran Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Maluku, Elwen Roy Pattiasina, bersama jajaran pengurus DPC Partai Demokrat dari sejumlah kabupaten/kota di Maluku.

Kehadiran para pengurus Demokrat dari berbagai daerah dinilai menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, membangun komunikasi, sekaligus memperkuat kebersamaan antardaerah.

Thaher berharap peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, momentum tersebut diharapkan mampu melahirkan semangat baru untuk memperkuat pengabdian kepada masyarakat.

Baginya, politik harus mempunyai orientasi yang jelas: menghadirkan keadilan, memperkuat pembangunan, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Dengan semangat kebersamaan, perbedaan politik diharapkan tidak menjadi sekat, tetapi justru menjadi kekuatan untuk bersama-sama membangun Maluku Tenggara dan Maluku yang lebih baik.

Editor: Bruce Elang