Tiga Hari Diselimuti Ancaman Asap, Fakfak hingga Manokwari Masuk Zona “Tidak Sehat”
Fakfak, TribunNusantara.web.id | Ancaman kabut asap membayangi Papua Barat dan Papua Barat Daya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pemantau Atmosfer Global Sorong memprediksi kualitas udara di sebagian besar wilayah kedua provinsi berada pada kategori “Tidak Sehat” selama tiga hari, Kamis hingga Sabtu, 27–29 Agustus 2026.
Salah satu pemicu memburuknya kualitas udara tersebut adalah polusi akibat kebakaran hutan dan lahan di kawasan Bomberay-Tomage, Kabupaten Fakfak. Asap dari kebakaran itu, ditambah sejumlah faktor atmosfer dan sumber polusi lainnya, diperkirakan memengaruhi konsentrasi partikel di udara.
Analis on duty BMKG Stasiun Pemantau Atmosfer Global Sorong, Alif Putra Cakra, A.Tr.Klim, menjelaskan, indikator utama yang menjadi perhatian adalah konsentrasi partikulat PM2.5.
“Partikulat PM2.5 adalah partikel udara yang berukuran lebih kecil dari 2,5 mikron. Nilai ambang batas konsentrasi selama 24 jam yang diperbolehkan adalah 55 mikrogram per meter kubik,” jelas Alif berdasarkan data BMKG yang diterima pewarta Tribun Nusantara, Kamis (27/8).
Berdasarkan hasil pengolahan data BMKG, pada Kamis (27/8), tujuh wilayah diprediksi masuk kategori “Tidak Sehat”, yakni Kaimana, Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Teluk Wondama, Fakfak, dan Teluk Bintuni.
Sementara Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Maybrat, Raja Ampat, Sorong Selatan, dan Tambrauw berada dalam kategori “Sedang”, dengan perkiraan konsentrasi PM2.5 antara 15,6 hingga 55,4 µg/m³.
Situasi itu diperkirakan belum banyak berubah pada Jumat (28/8). Enam wilayah masih berada pada kategori “Sedang”, sedangkan Kaimana, Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Teluk Wondama, Fakfak, dan Teluk Bintuni tetap diprediksi mengalami kualitas udara “Tidak Sehat” dengan rentang konsentrasi PM2.5 mencapai 55,5 hingga 150,4 µg/m³.
Memasuki Sabtu (29/8), kondisi justru diperkirakan meluas. Jumlah wilayah dengan kualitas udara kategori “Tidak Sehat” bertambah menjadi delapan setelah Sorong Selatan diprediksi ikut mengalami penurunan kualitas udara.
Dengan demikian, Kaimana, Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Teluk Wondama, Fakfak, Teluk Bintuni, dan Sorong Selatan menjadi wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap dan tingginya konsentrasi PM2.5.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Siboru-Fakfak, Laura Silpa Mercharet Runggeari mengimbau masyarakat, khususnya warga Kabupaten Fakfak, agar mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara memburuk.
Masyarakat juga diminta menggunakan masker saat berada di kawasan yang terdampak asap serta ikut mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Paparan udara dengan konsentrasi PM2.5 tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan dan iritasi mata. Dampaknya juga lebih besar bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan kualitas udara, terutama dalam beberapa hari ke depan, mengingat ancaman kabut asap masih berpotensi memengaruhi aktivitas warga di sejumlah wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya.
Writter: ASAH | Editor: Den








































Komentar via Facebook