Tiga Tahun Jadi Pajangan, Dua Pesawat Pemda Mimika Belum Terbang: Uang Rakyat Mengendap di Hanggar

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 04 Juni 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Tiga Tahun Jadi Pajangan, Dua Pesawat Pemda Mimika Belum Terbang: Uang Rakyat Mengendap di Hanggar

Tiga Tahun Jadi Pajangan, Dua Pesawat Pemda Mimika Belum Terbang: Uang Rakyat Mengendap di Hanggar

TIMIKA Tribunnusantara-web.id – Kesabaran masyarakat mulai menipis. Dua unit pesawat milik Pemerintah Kabupaten Mimika yang dibeli dengan anggaran rakyat hingga kini masih menjadi "penghuni tetap" hanggar. Lebih dari tiga tahun berlalu, pesawat yang digadang-gadang menjadi solusi transportasi bagi wilayah pedalaman itu belum juga beroperasi.

Di tengah mahalnya biaya transportasi udara dan sulitnya akses menuju kampung-kampung pegunungan, masyarakat mempertanyakan keseriusan pemerintah daerah dalam menuntaskan persoalan yang membuat aset bernilai miliaran rupiah tersebut tak kunjung mengudara.

Ironisnya, saat warga pedalaman membutuhkan distribusi bahan makanan, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga mobilitas aparatur distrik, dua pesawat milik daerah justru hanya parkir dan menjadi simbol mahal dari lambannya penyelesaian administrasi.

"Pesawat dibeli dengan uang rakyat, bukan untuk dipajang di hanggar. Kalau terus dibiarkan seperti ini, bukan tidak mungkin nanti berubah menjadi besi tua sebelum sempat melayani masyarakat," ungkap seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.04/06/2026

Beberapa bulan lalu, Sekretaris Daerah Mimika Abraham Kateyao sempat menyampaikan kepada publik bahwa proses administrasi sedang diselesaikan dan pesawat akan segera beroperasi. Pernyataan tersebut sempat memberi harapan bagi masyarakat pedalaman yang selama ini menanti hadirnya transportasi udara milik pemerintah daerah.

Namun hingga kini, janji itu masih ditunggu realisasinya.

Publik pun mulai bertanya-tanya, persoalan administrasi apa yang begitu rumit hingga mampu "menahan" dua pesawat selama bertahun-tahun? Jika kendalanya memang administratif, mengapa penyelesaiannya memakan waktu begitu lama sementara kebutuhan masyarakat terus mendesak setiap hari?

Masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Mimika untuk berhenti memberikan janji tanpa kepastian dan segera menunjukkan langkah nyata. Sebab setiap hari pesawat itu tidak beroperasi, setiap hari pula manfaat yang seharusnya diterima masyarakat pedalaman ikut tertunda.

Lebih jauh, warga mengingatkan agar persoalan ini tidak berakhir dengan saling lempar tanggung jawab. Sebab publik menilai Bupati Mimika telah memberikan ruang dan dukungan agar seluruh proses dapat segera dituntaskan. Yang dibutuhkan saat ini bukan lagi penjelasan, melainkan tindakan.

Jika terus dibiarkan mangkrak, dua pesawat tersebut berpotensi menjadi contoh nyata bagaimana aset daerah bernilai miliaran rupiah kalah terbang oleh birokrasi. Sementara masyarakat pedalaman tetap menunggu di landasan harapan yang tak kunjung didatangi pesawat milik pemerintahnya sendiri.

Editor : Bruce Elang