TIGA TOKOH PENDIRI PARTAI NASDEM MALUKU BARAT DAYA RESMI HIJRAH KE PDIP" LEDAKAN KEKECEWAAN YANG MENGGUNCANG ARENA POLITIK MBD.
TIAKUR Maluku barat Daya. TribunNusantara - web -id /Gejolak politik besar mengguncang Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD). Tiga tokoh sentral yang selama ini dikenal sebagai pondasi perjuangan Partai NasDem di MBD resmi menyatakan mundur dan bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Langkah ini bukan hanya perpindahan biasa, melainkan sebuah sinyal kuat bahwa terjadi keretakan serius di tubuh NasDem MBD.
Tokoh-tokoh yang hengkang ini bukan nama sembarangan. Mereka adalah figur utama yang selama bertahun-tahun menjadi motor kemenangan NasDem di banyak titik politik strategis:
1. Louren HK Boreel – Mantan Ketua NasDem MBD dan anggota DPRD dua periode.
2. Fritz Fedriko Pera – Kader militan yang juga berhasil duduk di DPRD MBD selama dua periode.
3. Daniel Rehyara – Tokoh lapangan yang dikenal loyal dan menjadi penggerak jaringan akar rumput NasDem di berbagai kecamatan.
Ketiganya sepakat meninggalkan NasDem dan memilih bergabung sebagai anggota PDIP setelah merasa dihinakan dan tidak dihargai oleh kepemimpinan Partai NasDem di tingkat wilayah.
Kekecewaan Memuncak: “Mata Politik Ketwil Sudah Buta!”
Menurut sumber internal, kemunduran mereka dipicu oleh sikap Ketua Wilayah Partai NasDem Maluku, Hamdani Laturua, yang dinilai tidak lagi memiliki sensitivitas politik dan gagal memahami nilai perjuangan para pendiri partai di MBD.
Selama puluhan tahun, para tokoh ini membangun struktur, memenangkan kontestasi, hingga mempertaruhkan nama dan reputasi demi kejayaan NasDem. Namun, mereka menilai Hamdani Laturua justru membalasnya dengan tindakan yang mengabaikan sejarah perjuangan dan menghapus peran para pendiri.
Salah satu pemicu besar kemarahan yaitu keputusan kontroversial yang mengganti Ketua DPD NasDem MBD dengan figur baru yang dinilai “tamu mendadak”, sosok yang bahkan belum dikenal luas oleh jaringan kader militan NasDem di MBD.
“Ini bukan hanya tentang jabatan. Ini tentang harga diri. Tentang orang-orang yang sudah bangun fondasi NasDem dari nol tetapi sekarang justru disingkirkan begitu saja,” ujar salah satu tokoh tersebut.
Akan Ada Aksi Besar: Pengurus Kecamatan Siap Bakar Atribut NasDem
Kekecewaan ini tak berhenti pada level tokoh. Informasi yang dihimpun wartawan menunjukkan bahwa dalam waktu dekat, para pengurus partai dari seluruh kecamatan di MBD berencana melakukan aksi pembakaran atribut Partai NasDem.
Aksi ini akan menjadi bentuk protes besar-besaran terhadap kepemimpinan Hamdani Laturua, yang dinilai telah mencederai semangat restorasi dan merusak solidaritas kader.
Jika aksi itu benar terjadi, maka diperkirakan akan menjadi salah satu gelombang penolakan internal terbesar dalam sejarah NasDem di Maluku Barat Daya.
Ketwil NasDem Bungkam Saat Dikonfirmasi Media Wartawan Tribun Nusantara telah berupaya mengonfirmasi berbagai tudingan ini kepada Ketua Wilayah NasDem Maluku, Hamdani Laturua. Namun ketika ditanyakan sikap resmi partai terhadap gelombang eksodus kader tersebut, Hamdani memilih bungkam dan tidak mampu memberikan jawaban atas pertanyaan wartawan.
Diamnya Ketwil NasDem menambah panjang daftar tanda tanya publik mengenai konflik besar yang sedang terjadi di internal partai.
PDIP Sambut dengan Tangan Terbuka
Sementara itu, PDIP MBD dikabarkan langsung menyambut masuknya tiga tokoh besar ini sebagai suatu kehormatan. Kehadiran mereka dinilai akan memperkuat struktur sekaligus mengubah peta politik menjelang kontestasi pemilu mendatang.
Dengan masuknya Boreel, Pera, dan Rehyara, PDIP diprediksi akan memiliki tenaga baru untuk menantang dominasi partai lain, terutama di basis-basis yang dulunya merupakan kantong suara NasDem.
Penutup: Gelombang Besar yang Baru Dimulai
Perpindahan tiga tokoh penting ini tidak hanya merupakan pukulan telak bagi Partai NasDem di MBD, tetapi juga membuka babak baru dinamika politik lokal. Jika aksi pembakaran atribut benar terjadi dan lebih banyak kader mengikuti jejak mereka, maka MBD diprediksi akan memasuki fase pergeseran poros politik paling dramatis dalam satu dekade terakhir.
Situasi ini masih terus berkembang, dan publik menantikan apakah DPP NasDem akan turun tangan atau memilih membiarkan gejolak ini mengalir tanpa penanganan.
Satu hal pasti: badai politik di Maluku Barat Daya baru saja dimulai.
"Ledakan Komentar Warganet: “Ini Bukti NasDem Sudah Rusak dari Dalam!”
Kepergian tiga tokoh besar Partai NasDem MBD ini langsung memicu gelombang komentar keras dari warganet di berbagai platform media sosial. Nada-nada kekecewaan, sindiran pedas, hingga kritik tajam membanjiri kolom komentar.
Berikut beberapa komentar warganet yang berhasil dihimpun:
“Kalau pendiri saja diperlakukan seperti sampah, apalagi kader kecil. Pantas NasDem MBD hancur begini.”
“Ini bukan lagi politik sehat. Ini politik balas jasa buta! Pejuang dilupakan, orang baru diangkat. Memalukan!”
“Ketwil tidur atau pura-pura buta? Kader berjuang mati-matian, yang dipilih malah orang baru yang tidak punya sejarah.”
“Kekacauan ini sudah dari dulu terasa. NasDem MBD hanya tunggu waktu meledak. Sekarang terbukti!”
“Silakan saja kader lama keluar satu per satu. Nanti yang tersisa hanya pengurus ‘tembak langsung’. Partai apa seperti ini?”
“Wajar mereka pindah ke PDIP. Lebih baik bergabung dengan partai yang hargai sejarah daripada bertahan di tempat yang tidak tahu diri!”
Tidak sedikit warganet yang bahkan menyarankan agar DPP Partai NasDem segera turun tangan sebelum kehancuran internal semakin meluas:
“Kalau DPP tidak turun tangan sekarang, selesai sudah NasDem di MBD. Kader akar rumput sudah muak!”
Gelombang kritik ini menunjukkan bahwa persoalan NasDem MBD bukan hanya perpecahan internal semata, tetapi sudah menjadi isu publik yang memicu kemarahan banyak pihak, terutama para simpatisan yang selama ini mengikuti perjalanan partai tersebut.
(KAREL)








































Komentar via Facebook