Timika Darurat Judi? Togel, King hingga Bola Guling Diduga Bebas Beroperasi, Polisi Dituding Hanya Jadi Penonton

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 11 Mei 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Timika Darurat Judi? Togel, King hingga Bola Guling Diduga Bebas Beroperasi, Polisi Dituding Hanya Jadi Penonton

Timika Darurat Judi? Togel, King hingga Bola Guling Diduga Bebas Beroperasi, Polisi Dituding Hanya Jadi Penonton

Timika Tribunnusantara-web.id Kota Timika perlahan disebut berubah wajah. Bukan lagi sekadar kota tambang dan pusat ekonomi di Papua Tengah, tetapi mulai dicap masyarakat sebagai “surga perjudian” yang tumbuh terang-terangan di depan mata aparat.

Togel, king, bola guling hingga berbagai bentuk judi ilegal lainnya diduga kini beroperasi nyaris tanpa rasa takut. Aktivitas yang jelas melanggar Pasal 303 KUHP itu bahkan disebut sudah seperti kegiatan biasa yang dapat ditemukan di warung, kios, lorong permukiman hingga kawasan Terminal Pasar Sentral.

Yang membuat publik geram, praktik ini berlangsung terbuka seolah hukum kehilangan taring.

“Sekarang bukan rahasia lagi. Semua orang tahu titik-titik penjualan togel, bahkan tahu siapa penulisnya. Tapi tetap aman-aman saja,” ungkap seorang tokoh masyarakat di Mimika, Senin (11/5/2026).

Sorotan keras pun mengarah ke Polres Mimika. Aparat kepolisian dinilai belum menunjukkan langkah serius untuk memutus mata rantai perjudian yang disebut semakin meresahkan masyarakat.

Di mata warga, kondisi ini memunculkan pertanyaan yang jauh lebih tajam: aparat benar-benar tidak mampu menindak, atau ada pembiaran yang sengaja dipelihara?

Sebab publik sulit percaya praktik judi sebesar itu bisa berjalan bertahun-tahun tanpa diketahui aparat.

Warga juga menyoroti para bandar yang disebut hanya pandai mengeruk keuntungan dari masyarakat kecil, tetapi nyaris tidak pernah hadir membantu lingkungan sosial.

“Kalau ada orang susah atau kegiatan masyarakat, mereka hilang. Tapi kalau pasang togel, mereka muncul tiap hari,” kata seorang warga dengan nada kesal.

Yang paling memprihatinkan, dampak sosial perjudian mulai terasa nyata di tengah masyarakat. Banyak warga disebut terjebak mimpi instan mencari uang lewat angka keberuntungan hingga perlahan kehilangan semangat bekerja.

Harapan palsu dijual setiap hari. Korbannya adalah rakyat kecil.

Tak sedikit keluarga disebut mulai terganggu secara ekonomi akibat kebiasaan berjudi. Uang belanja rumah tangga habis mengejar angka, sementara kebutuhan keluarga terbengkalai.

“Banyak orang sekarang lebih percaya nomor togel daripada hasil kerja,” ujar warga lainnya.

Situasi ini membuat keresahan masyarakat semakin memuncak. Mereka meminta Polda Papua Tengah turun tangan langsung mengevaluasi kinerja jajaran di Mimika dan tidak membiarkan perjudian ilegal terus tumbuh liar.

Karena jika togel, king, dan bola guling terus hidup bebas di tengah kota tanpa tindakan tegas, maka publik akan membaca satu pesan yang sangat berbahaya: hukum hanya tajam ke bawah, tetapi tumpul terhadap bisnis ilegal yang sudah mengakar.

Dan ketika judi bisa beroperasi terang-terangan tanpa rasa takut sedikit pun, masyarakat akhirnya bertanya dengan nada paling keras:

Siapa sebenarnya yang sedang menjaga siapa?

(*****)