TMMD KE-128 HADIRKAN PACUAN KUDA DAN PENTAS KERBAU MOA, PANGDAM PATTIMURA SEBUT TRADISI LANGKA YANG HARUS DIJAGA

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 21 Mei 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

TMMD KE-128 HADIRKAN PACUAN KUDA DAN PENTAS KERBAU MOA, PANGDAM PATTIMURA SEBUT TRADISI LANGKA YANG HARUS DIJAGA

TOUNWAWAN - MALUKU BARAT DAYA  TRIBUN NUSANTARA - Web -  id / Gemuruh sorak masyarakat mengguncang arena budaya di Desa Tounwawan, Kecamatan Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), saat tradisi pacuan kuda dan pentas kerbau Moa digelar meriah dalam rangkaian kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128, Rabu (20/05/2026). Atraksi budaya yang sarat nilai adat itu sukses menjadi magnet wisata sekaligus memperlihatkan kekayaan tradisi leluhur yang masih terjaga kuat di Pulau Moa.

Kegiatan tersebut mendapat perhatian langsung Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Dody Triwinarto, yang hadir bersama rombongan untuk menyaksikan secara langsung kemeriahan tradisi budaya khas Maluku Barat Daya tersebut. Kehadiran Pangdam semakin menambah semangat masyarakat yang memadati lokasi kegiatan sejak sore hari.

Dalam keterangannya, Pangdam XV/Pattimura mengaku bangga dan terkesan melihat masyarakat Pulau Moa yang masih mampu mempertahankan budaya pacuan kuda dan pentas kerbau Moa di tengah perkembangan zaman modern saat ini.

Menurutnya, tradisi seperti itu sudah sangat langka ditemukan di berbagai daerah lain di Indonesia. Karena itu, ia menilai budaya yang dimiliki masyarakat Kabupaten MBD merupakan kekayaan adat yang memiliki nilai besar dan harus terus dijaga sebagai warisan bagi generasi mendatang.

“Pacuan kuda dan pentas kerbau seperti ini sudah sangat jarang ditemukan di daerah lain. Ini merupakan kekayaan budaya yang luar biasa dan saya bangga masyarakat Pulau Moa masih menjaga adat dan tradisi leluhur hingga saat ini,” ujar Pangdam.

Ia menegaskan, tradisi budaya bukan hanya menjadi hiburan rakyat semata, tetapi juga memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata daerah. Dengan pengelolaan yang baik dan berkelanjutan, kegiatan budaya seperti pacuan kuda dan pentas kerbau Moa diyakini mampu menjadi ikon wisata unggulan Kabupaten Maluku Barat Daya.

Pangdam juga berharap ke depan pelaksanaan kegiatan dapat terus dievaluasi dan ditingkatkan, baik dari sisi skema perlombaan maupun mekanisme pelaksanaan, sehingga event budaya tersebut semakin profesional dan mampu menarik lebih banyak wisatawan dari luar daerah.

Pelaksanaan pacuan kuda dan pentas kerbau Moa sendiri merupakan hasil kerja sama antara Kodim 1511/Pulau Moa dan Dinas Pariwisata Kabupaten MBD dalam mendukung program TMMD Ke-128 sekaligus mempromosikan potensi wisata budaya daerah perbatasan.

Suasana kegiatan berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi masyarakat dan peserta yang datang dari berbagai wilayah di Pulau Moa. Pacuan kuda diperlombakan dalam dua kategori, yakni kategori remaja dan dewasa, sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk terus menjaga tradisi leluhur.

Melalui momentum TMMD Ke-128, TNI bersama pemerintah daerah dan masyarakat menunjukkan komitmen kuat untuk menjaga budaya lokal sebagai identitas daerah sekaligus aset wisata yang bernilai tinggi bagi masa depan Kabupaten Maluku Barat Daya.

(KAREL  LAHYUPUN ?)