Tokoh Kei Angkat Suara Keras,Dugaan Penghinaan Etnis Berujung Ancaman Hukum

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 15 April 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Tokoh Kei Angkat Suara Keras,Dugaan Penghinaan Etnis Berujung Ancaman Hukum

Tokoh Kei Angkat Suara Keras,Dugaan Penghinaan Etnis Berujung Ancaman Hukum

Saumlaki Tribunnusantara-web.id Pernyataan bernada merendahkan terhadap etnis Kei menyulut kemarahan yang meluas dan tak terbendung.              

Tokoh masyarakat Kei, A.B Obama, angkat suara dengan nada keras: ini bukan sekadar salah ucap, melainkan penghinaan terang-terangan yang mencederai martabat kolektif.

Kontroversi mencuat usai percakapan dalam grup diskusi publik memanas, tak lama setelah pelantikan pejabat eselon II di Kabupaten Kepulauan Tanimbar pada Rabu (15/4/2026).                

Alih-alih meredam suasana, pernyataan yang muncul justru memperkeruh keadaan.

Dalam percakapan tersebut, advokat Andreas Mathias Go diduga melontarkan komentar yang secara langsung menyasar identitas suku Kei—sebuah tindakan yang dinilai melampaui batas etika dan akal sehat.

Reaksi publik pun meledak. Masyarakat Kei, dari Tanimbar hingga berbagai wilayah lain, menyatakan sikap bulat: tidak ada toleransi untuk penghinaan berbasis etnis.                  

Luka yang ditimbulkan bukan hanya personal, tetapi menyentuh harga diri dan kehormatan sebuah komunitas.

“Kami mengutuk keras,” tegas perwakilan tokoh masyarakat, menandaskan bahwa ujaran seperti ini adalah racun bagi persatuan dan tidak boleh diberi ruang sedikit pun.

Peringatan pun dilayangkan tanpa basa-basi. Ini bukan gertakan kosong. Jika tindakan serupa kembali terjadi, jalur hukum akan ditempuh tanpa kompromi—sebagai bentuk perlawanan dan penegakan martabat.

Peristiwa ini menjadi tamparan keras: ruang publik bukan arena bebas untuk melontarkan kebencian.

Kata-kata memiliki konsekuensi—dan kali ini, konsekuensinya adalah perlawanan terbuka dari masyarakat yang merasa diinjak harga dirinya.

 

"Elang"