Tokoh Maluku di Jakarta Apresiasi Kapolda, Minta Gubernur hingga Pangdam Turun ke Tual Redam Konflik

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 25 Februari 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Tokoh Maluku di Jakarta Apresiasi Kapolda, Minta Gubernur hingga Pangdam Turun ke Tual Redam Konflik

Tokoh Maluku di Jakarta Apresiasi Kapolda, Minta Gubernur hingga Pangdam Turun ke Tual Redam Konflik

 

Jakarta, Tribunnusantara-web.id Salah satu tokoh masyarakat Maluku di Jakarta, HI Djamaludin Koedoeboen. SH. MH menyampaikan apresiasi kepada Kapolda Maluku.Irjen Pol Dadang Hartanto yang dinilainya menunjukkan empati dengan turun langsung ke Kota Tual pascainsiden bentrokan di Desa Viditan.

Dalam keterangannya, Rabu (25/2/2026),          

Djamaludin mengatakan kehadiran Kapolda Maluku untuk melihat langsung situasi di lapangan sekaligus menjenguk Kapolres Tual merupakan bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang berduka dan dilanda ketegangan.

“Kami menyampaikan apresiasi yang sangat luar biasa kepada Bapak Kapolda Maluku yang datang langsung ke Kota Tual dan menjenguk Kapolres terkait insiden di Desa Viditan. Ini menunjukkan empati dan kepedulian yang tinggi,” ujarnya.

Namun demikian, ia berharap langkah serupa juga dilakukan oleh pimpinan daerah dan unsur Forkopimda lainnya, termasuk Hendrik Lewerissa, Kodam XV/Pattimura, serta Kejaksaan Tinggi Maluku, agar masyarakat merasakan kehangatan dan kepastian bahwa pemerintah hadir dalam setiap persoalan.

Menurutnya, kehadiran para pemimpin di tengah masyarakat bukan sekadar simbolik, tetapi penting untuk membangun rasa aman, menenangkan situasi, serta memperkuat kepercayaan publik.

Di sisi lain, Djamaludin mengimbau seluruh warga Desa Viditan, Kota Tual, dan Kabupaten Maluku Tenggara agar tidak mudah terprovokasi oleh hasutan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Jangan terhasut ajakan-ajakan yang justru memperkeruh suasana. Apalagi ini bulan suci Ramadan. Mari kita jaga ibadah puasa dengan hati yang bersih dan penuh kedamaian,” tegasnya.

Ia menyayangkan terjadinya pembakaran, penyerangan rumah warga, hingga timbulnya korban jiwa maupun kerugian harta benda dalam peristiwa tersebut. Sebagai umat beragama, katanya, masyarakat seharusnya mampu menunjukkan kasih sayang dan pengendalian diri, terlebih di bulan penuh ampunan dan keberkahan.

Djamaludin juga mengingatkan kuatnya nilai adat dan persaudaraan masyarakat Kei yang selama ini menjadi perekat sosial, baik di Kepulauan Kei maupun di perantauan. Ia mendorong adanya komunikasi intensif antar-keluarga, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan tokoh perempuan untuk menyudahi perseteruan yang terjadi.

Ia optimistis Pemerintah Kota Tual bersama Forkopimda dan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara mampu memediasi konflik dan mencari solusi terbaik.

“Kota Tual adalah Kota Adat dan Kota Maren. Filosofi itu harus kita resapi dan wujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Jangan kedepankan ego dan amarah, tapi mari duduk bersama dengan kepala dingin untuk mencari jalan keluar,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Djamaludin mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran berharga agar ke depan Kota Tual menjadi kota yang aman, damai, dan menjadi idaman bagi setiap orang yang datang berkunjung.

“Semoga ke depan Kota Tual menjadi lebih baik dari hari ini,” pungkasnya.

 

"Evav"