Toleransi Mimika Diuji! Pengrusakan Aset Keuskupan Diduga Terorganisir, Polisi Diminta Tangkap Aktor Intelektual
Toleransi Mimika Diuji! Pengrusakan Aset Keuskupan Diduga Terorganisir, Polisi Diminta Tangkap Aktor Intelektual
TIMIKA Tribunnusantara-web.id — Aksi pengrusakan tembok pagar aset Keuskupan Timika memantik kemarahan umat Katolik dan masyarakat luas. Peristiwa tersebut dinilai bukan sekadar vandalisme biasa, melainkan tindakan brutal yang berpotensi merusak keharmonisan serta toleransi antarumat beragama di Kabupaten Mimika.24/05/2026
Advokat dan Konsultan Hukum Valentinus Ulahayanan.SH MH atau yang akrab disapa Valen Kei mendesak aparat kepolisian segera mengusut tuntas kasus tersebut secara terbuka, transparan, dan tanpa intervensi pihak mana pun.
Menurutnya, tindakan pengrusakan terhadap aset gereja tidak boleh dipandang remeh karena telah mencederai nilai toleransi yang selama ini dirawat bersama di Mimika.
“Ini bukan tindakan biasa. Pelaku terlihat brutal, vulgar, dan seolah tidak takut hukum. Ada kesan kuat tindakan ini dilakukan secara sengaja untuk memancing situasi daerah menjadi tidak stabil,” tegas Valen Kei.
Ia bahkan menduga ada aktor intelektual di balik aksi tersebut. Karena itu, polisi diminta tidak hanya menangkap pelaku lapangan, tetapi juga memburu pihak yang diduga menjadi otak, penyuruh, maupun makelar dalam aksi pengrusakan itu.
“Semua pihak yang terlibat harus ditangkap dan diproses hukum. Jangan berhenti pada pelaku di lapangan saja,” katanya.
Valen menilai insiden tersebut dapat dikategorikan sebagai tindakan provokatif yang berbahaya karena berpotensi memecah hubungan antarumat beragama di Mimika yang selama ini hidup damai dan harmonis.
Ia meminta Kapolres Mimika bertindak cepat dan tegas demi meredam kemarahan umat serta mencegah munculnya reaksi sosial yang lebih luas.
“Kami berharap Kapolres segera mengambil langkah tegas agar tidak muncul kekecewaan dan kemarahan dari umat Katolik. Sebab, peristiwa ini sangat melukai perasaan umat dan mencederai semangat toleransi yang selama ini dijaga bersama,” ujarnya.
Kasus ini kini menjadi sorotan publik. Masyarakat berharap aparat penegak hukum tidak lamban dan mampu mengungkap seluruh dalang di balik aksi pengrusakan aset Keuskupan Timika tersebut.
(Redaksi Tribunnusantara)








































Komentar via Facebook