Trisakti Pascasarjana Diminati, Magnet Kepercayaan Masyarakat Tetap Menguat

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 22 September 2025

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Trisakti Pascasarjana Diminati, Magnet Kepercayaan Masyarakat Tetap Menguat

Jakarta, TribunNusantara.web.id | Di tengah pusaran ekonomi yang serba tak menentu, ada satu kabar yang membuat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisakti (FEB Usakti) berbangga hati.

Kepercayaan masyarakat terhadap program pascasarjana lembaga ini justru kian menguat.

“Bersyukur, animo masyarakat tetap tinggi. Tahun akademik 2025/2026 ini, pendaftar program S2 dan S3 mencapai 220 orang,” ujar Dekan FEB Usakti, Prof. Dr. Yolanda Masnita Siagian, MM, dalam siaran persnya, Senin (22/9). Jumlah itu terdiri dari 177 mahasiswa magister dan 43 doktor ilmu ekonomi.

Bagi Prof. Yolanda, angka itu lebih dari sekadar statistik. Ia menyebutnya sebagai “cermin kepercayaan publik atas kualitas pendidikan Trisakti.” Sebuah legitimasi moral di tengah ketatnya persaingan perguruan tinggi.

Reputasi Mendunia

Usakti kini menorehkan capaian yang membanggakan di panggung global. Di bawah kepemimpinan Rektor Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA, universitas ini masuk untuk pertama kalinya ke dalam QS World University Rankings 2025, menempati posisi 1201–1400 dunia.

Trisakti juga masuk daftar QS Sustainability Rankings (1301–1350 dunia) serta QS Asia Rankings (751–800 se-Asia), dan tercatat di peringkat 131 di Asia Tenggara.

Secara nasional, Trisakti sudah mengantongi predikat Akreditasi Unggul. Sementara, Program Doktor Ilmu Ekonomi FEB Usakti menyabet akreditasi “Baik Sekali” dari LAMEMBA dan diperkuat oleh 12 guru besar dari lintas disiplin ekonomi, manajemen, hingga akuntansi.

Mahasiswa Baru dan Kurikulum Global

Mahasiswa magister tersebar pada Program Studi Manajemen (MM), Akuntansi (Maksi), dan Ekonomi (ME).

Dua di antaranya, MM dan Maksi, telah mengantongi akreditasi Unggul, bahkan Maksi melangkah lebih jauh dengan akreditasi internasional FIBAA.

Khusus konsentrasi Sustainable Development di Program MM, kurikulum berstandar internasional itu lahir dari hibah MASUDEM Erasmus in Higher Education, diakui oleh tiga universitas di Thailand dan empat di Eropa.

“Selamat datang mahasiswa baru di Kampus Reformasi. Bersiaplah menjalani pengalaman akademik yang transformatif dan membanggakan,” kata Prof. Yolanda.

Internasionalisasi Pendidikan

FEB Usakti juga mengibarkan konsep “Global Education, Local Excellence.” Tahun ini, kelas internasional menerima 12 mahasiswa asal Tiongkok yang akan menempuh studi penuh di Program S1 Manajemen dan Akuntansi.

Wakil Dekan I, Dr. Husna Leila Yusran, menambahkan, kelas internasional menawarkan dual degree dan exchange students dengan Northampton University (UK) serta Hogeschool Utrecht (Belanda).

Tak hanya itu, Kelas Unggulan di level S1 kian diminati. Dengan pendekatan Problem Base Learning, Case Base, dan Project Base, mahasiswa sejak awal ditempa untuk menghadapi persoalan nyata.

Magnet Baru: Bisnis Digital

Ada kabar segar dari Prodi S1 Manajemen. Setelah membuka konsentrasi Bisnis Digital, jumlah mahasiswa baru melonjak hingga 343 orang. Banyak di antaranya langsung memilih konsentrasi anyar itu, yang memang dirancang menjawab kebutuhan era e-commerce, startup, dan industri 4.0.

“Sebanyak 343 mahasiswa sudah percaya pada masa depan digital mereka,” ujar Prof. Yolanda. “Kami optimistis, semester depan akan lebih banyak calon mahasiswa yang bergabung menyongsong masa depan gemilang di Kampus Reformasi.”

Dari angka hingga akreditasi, dari QS Ranking hingga kelas internasional, narasi yang ditorehkan Trisakti satu: kepercayaan publik bukan hanya terjaga, melainkan makin mengakar.

Pascasarjana FEB Usakti, dengan segala transformasinya, kian menjelma sebagai magnet ilmu, reputasi, dan harapan baru.

 

Writter : Bruce Elang