Tual Memulai dari Nol: Wakil Wali Kota Tinjau Akad Perdana KPR FLPP, Sinyal Awal Program 3 Juta Rumah

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 11 Februari 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Tual Memulai dari Nol: Wakil Wali Kota Tinjau Akad Perdana KPR FLPP, Sinyal Awal Program 3 Juta Rumah

Tual, TribunNusantara.web.id | Di sebuah ruang kantor notaris yang tak terlalu luas di Kota Tual, langkah kecil menuju program nasional perumahan dimulai. Wakil Wali Kota Tual, Amir Rumra, hadir bukan sekadar sebagai pejabat yang memberi sambutan, melainkan sebagai saksi dari sebuah proses yang lama ditunggu: akad rumah subsidi KPR FLPP Griya Maryadat.

Kehadirannya di kantor PPATK Notaris Nana Wulandari, Selasa lalu, menandai fase baru bagi kota kepulauan itu. Bagi Pemerintah Kota Tual, ini bukan sekadar transaksi perumahan. Ini adalah pernyataan bahwa daerahnya tak ingin tertinggal dalam program nasional pembangunan tiga juta rumah.

“Terima kasih atas kerja sama semua pihak yang telah berproses hingga hari ini,” kata Amir Rumra di hadapan notaris, pihak pengembang, dan perwakilan Bank Tabungan Negara (BTN).

Ia menyebut, Tual menjadi kabupaten/kota pertama di Provinsi Maluku yang melaksanakan pembangunan baru sekaligus akad dalam program KPR FLPP untuk aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Program itu, menurutnya, bukan sekadar target angka. Pemerintah kota ingin memastikan rumah murah, layak, dan terjangkau benar-benar hadir bagi warga yang selama ini hanya menjadi penonton program nasional.

Di sela acara, wakil wali kota tampak berdiskusi langsung dengan pihak pengembang dan bank penyalur. Pembicaraan mereka berputar pada soal yang kerap menjadi penghambat: administrasi, verifikasi, dan proses pembiayaan yang sering memakan waktu panjang. Ia meminta agar kendala-kendala tersebut dicarikan jalan keluar agar lebih banyak ASN dan MBR dapat mengakses program tersebut.

Pemerintah Kota Tual, kata Amir, akan terus berkomitmen menyukseskan program strategis nasional, terutama pembangunan tiga juta rumah. Program itu sejalan dengan agenda pembangunan daerah yang dirumuskan dalam Panca Cita Masyadat.

“Rumah adalah kebutuhan dasar. Tanpa rumah yang layak, sulit bicara kesejahteraan,” ujarnya.

Melalui kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan—mulai dari pengembang, bank penyalur, hingga notaris—pemerintah kota berharap kuota yang diberikan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman dapat tercapai.

Di tengah kota kecil yang dikelilingi laut itu, proses akad yang berlangsung sederhana tersebut menjadi simbol: bahwa mimpi memiliki rumah, bagi ASN muda maupun keluarga berpenghasilan rendah, mulai menemukan bentuknya.

Salam 3 Juta Rumah.
Kota Tual, MARYADAT.
 

(Evav)