Tutup Festival Rakyat Nusantara 2026, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa: Sepak Bola dan UMKM adalah Simbol Persatuan

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 20 Juli 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Tutup Festival Rakyat Nusantara 2026, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa: Sepak Bola dan UMKM adalah Simbol Persatuan

AMBON,Tribun-nusantara.web.id. Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, secara resmi menutup rangkaian Festival Rakyat Nusantara (FRN) 2026 di Lapangan Merdeka, Ambon, pada Senin (20/7/2026) . 

Acara penutupan yang berlangsung meriah ini dipadukan dengan momentum nonton bareng (nobar) laga final akbar FIFA World Cup 2026 antara Argentina melawan Spanyol.

Acara ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda Provinsi Maluku, Kasdam XV/Pattimura, Wakapolda Maluku, Danrem 151/Binaiya, Sekda Maluku, Walikota Ambon, Ketua DPRD Kota Ambon, Ketua KADIN Maluku, Pejabat Utama (PJU) Kodam XV/Pattimura, Staf Ahli, Asisten Sekda, pimpinan OPD lingkup Pemprov Maluku, serta Kepala Stasiun TVRI Maluku.

-Sepak Bola Sebagai Bahasa Universal

Dalam sambutannya, Gubernur Hendrik Lewerissa menekankan bahwa kehadiran ribuan warga di Lapangan Merdeka bukan sekadar untuk menonton pertandingan sepak bola, melainkan sebuah momentum besar untuk mempererat tali persaudaraan di tengah masyarakat Maluku.

"Sepak bola adalah bahasa universal yang mempersatukan kita semua. Olahraga ini tidak mengenal perbedaan agama, ras, maupun golongan. Di lapangan ini, semua perbedaan melebur menjadi semangat persatuan, kebersamaan, dan sportivitas," ujar Hendrik di hadapan lautan penonton.

Ia juga memetik filosofi mendalam dari jalannya Piala Dunia 2026, khususnya ketangguhan timnas Argentina yang sempat tertinggal namun berhasil bangkit menjadi juara. Menurutnya, hal tersebut adalah contoh nyata dari nilai kehidupan yang harus diterapkan oleh masyarakat Bumi Raja-Raja.

"Ini bukan sekadar soal Argentina atau Spanyol, tapi soal nilai. Sepak bola mengajarkan kita untuk kerja sama, disiplin, dan pantang menyerah. Apapun situasi sulit yang kita alami hari ini, jangan pernah menyerah. Maluku yang maju, adil, dan sejahtera hanya bisa kita wujudkan lewat persatuan dan semangat hidup orang basudara," tegasnya.

-Dampak Nyata Ekonomi dan Budaya

Selain menjadi panggung hiburan, Festival Rakyat Nusantara 2026 yang telah berlangsung selama beberapa hari ini dinilai sukses menggerakkan roda ekonomi lokal melalui keterlibatan aktif para pelaku UMKM. Festival ini mengintegrasikan kegiatan seni budaya, kuliner khas, hiburan, dan olahraga.

"Festival ini bukan sekadar panggung hiburan, tetapi ruang konkret untuk memperkuat persatuan dalam keberagaman. Kehadiran para pelaku UMKM di sini menjadi bukti nyata bahwa ruang publik yang dikelola dengan baik mampu memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat," tambah Gubernur.

-Apresiasi Khusus untuk Kodam XV/Pattimura

Mengakhiri sambutannya, Gubernur Hendrik menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh panitia dan pihak yang terlibat. Secara khusus, ia memberikan pujian kepada Kodam XV/Pattimura atas dukungan luar biasa dalam memfasilitasi acara nobar final Piala Dunia dan pengamanan festival.

"Dengan memohon petunjuk dari Tuhan Yang Maha Kuasa, Festival Rakyat Nusantara 2026 dengan ini saya nyatakan ditutup secara resmi," ucap Gubernur yang langsung disambut gemuruh tepuk tangan dari masyarakat Ambon yang memadati lokasi.

(H.R)