UKIM Dorong Rumput Laut Kamatubun Naik Kelas: Dari Komoditas Mentah Menuju Produk Bernilai Tambah dan Pasar Digital

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 07 September 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

UKIM Dorong Rumput Laut Kamatubun Naik Kelas: Dari Komoditas Mentah Menuju Produk Bernilai Tambah dan Pasar Digital

UKIM Dorong Rumput Laut Kamatubun Naik Kelas: Dari Komoditas Mentah Menuju Produk Bernilai Tambah dan Pasar Digital

TANIMBAR Tribunnusantara-web.id — Potensi rumput laut di Desa Kamatubun, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, mulai diarahkan untuk tidak berhenti sebagai komoditas hasil budidaya. Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) mendorong kelompok masyarakat setempat mengolah rumput laut menjadi produk bernilai tambah sekaligus memperluas pemasaran melalui platform digital.

Dorongan tersebut dilakukan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) UKIM yang digelar pada 24 Agustus 2026 dengan mengangkat tema “Pemberdayaan Budidaya Kelompok Rumput Laut Melalui Penguatan Komunikasi Pemasaran Digital untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat pada Desa Kamatubun.”

Program ini menjadi bagian dari upaya UKIM mendorong masyarakat mengembangkan potensi ekonomi lokal melalui peningkatan keterampilan produksi, pengolahan hingga pemasaran.7/9/26

Desa Kamatubun dinilai memiliki potensi rumput laut yang cukup menjanjikan. Namun, potensi tersebut akan lebih memberikan manfaat ekonomi apabila tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, melainkan dikembangkan menjadi produk olahan yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

Karena itu, Tim PKM UKIM bersama Penyuluh Perikanan Kabupaten Kepulauan Tanimbar memberikan pendampingan kepada kelompok masyarakat untuk meningkatkan kemampuan dalam mengolah hasil budidaya rumput laut.

Dari Komoditas Mentah Menjadi Produk Bernilai Tambah

Salah satu perhatian utama dalam kegiatan tersebut adalah pengembangan produk olahan berbahan dasar rumput laut.

Masyarakat diperkenalkan dan didorong mengembangkan sejumlah produk, di antaranya jus rumput laut dan keripik rumput laut.

Langkah ini dinilai penting karena pengolahan dapat membuka ruang bagi masyarakat untuk memperoleh nilai ekonomi lebih besar dibandingkan hanya menjual hasil budidaya sebagai bahan mentah.

Namun, menghasilkan produk saja belum cukup.

Produk yang berkualitas membutuhkan kemasan yang menarik, identitas produk yang jelas serta strategi pemasaran yang mampu menjangkau konsumen.

Di sinilah penguatan komunikasi pemasaran digital menjadi bagian penting dari program PKM UKIM.

Tak Lagi Bergantung pada Pasar Konvensional

Masyarakat Kamatubun didorong mulai memanfaatkan media sosial dan berbagai platform digital untuk memperkenalkan produk mereka.

Materi pendampingan mencakup cara membangun identitas produk, membuat foto produk yang menarik, menghasilkan konten digital, menyusun narasi promosi hingga membangun komunikasi dengan calon konsumen.

Pemanfaatan media digital membuka peluang agar produk olahan rumput laut Kamatubun tidak hanya berputar di pasar lokal, tetapi dapat diperkenalkan kepada konsumen di luar desa bahkan di luar wilayah Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Dengan demikian, digitalisasi pemasaran bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi diarahkan menjadi instrumen untuk membuka akses pasar baru bagi usaha masyarakat.

UKIM: Jangan Berhenti di Pelatihan

Ketua Tim PKM UKIM, Demsy Wattimena, menegaskan bahwa potensi rumput laut di Desa Kamatubun perlu dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

  “Potensi rumput laut di Desa Kamatubun perlu dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Melalui penguatan komunikasi pemasaran digital, masyarakat tidak hanya memproduksi, tetapi juga mampu memperkenalkan dan memasarkan produknya kepada pasar yang lebih luas.”

Menurutnya, keberhasilan program pemberdayaan masyarakat tidak cukup diukur dari terlaksananya sebuah pelatihan.

Pengetahuan dan keterampilan yang diberikan harus dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam aktivitas ekonomi masyarakat.

Karena itu, pendampingan lanjutan dan pengembangan usaha menjadi faktor penting agar kelompok masyarakat mampu mengelola potensi rumput laut secara mandiri.

Potensi Lokal, Ekonomi Lokal

Kolaborasi UKIM dengan masyarakat Desa Kamatubun menunjukkan bahwa pengembangan ekonomi desa dapat dimulai dari potensi yang sudah tersedia.

Rumput laut yang selama ini menjadi hasil budidaya masyarakat memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk pangan olahan dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Jika pengolahan, kualitas produk, kemasan dan pemasaran dapat berjalan secara konsisten, komoditas tersebut berpotensi menjadi salah satu sumber penggerak ekonomi masyarakat.

Lebih dari sekadar menghasilkan produk, program PKM UKIM diarahkan agar masyarakat memiliki kemampuan untuk memproduksi, mengemas, mempromosikan dan memasarkan produknya sendiri.

Harapannya, kelompok rumput laut Desa Kamatubun tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi berkembang menjadi pelaku usaha yang mampu menciptakan nilai tambah dari potensi desanya sendiri.

Program tersebut juga menjadi bagian dari sinergi UKIM dan masyarakat dalam mendorong kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.

Tim PKM UKIM menyampaikan apresiasi kepada Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) dan Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat yang telah memfasilitasi pelaksanaan kegiatan tersebut.

Penulis: JCS

Editor: Bruce Elang