Universitas Pattimura Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Tegaskan Komitmen Merawat Persatuan dan Perdamaian

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 02 Juni 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Universitas Pattimura Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Tegaskan Komitmen Merawat Persatuan dan Perdamaian

Universitas Pattimura Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Tegaskan Komitmen Merawat Persatuan dan Perdamaian

AMBON Tribunnusantara-web.id – Civitas akademika Universitas Pattimura menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila ke-80, Senin (1/6/2026), di Lapangan Upacara kampus setempat.

Upacara berlangsung khidmat dan diikuti pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, serta siswa Sekolah Laboratorium Universitas Pattimura sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai luhur Pancasila yang menjadi dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Pattimura, Prof. Dr. Dominggus Malle, S.Pt., M.Sc., membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Yudian Wahyudi.

Dalam pidato tersebut ditegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila terus hidup, berkembang, dan menjadi pedoman dalam setiap aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, peringatan tahun ini menegaskan bahwa Pancasila memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan Indonesia yang majemuk sekaligus menjadi landasan moral dalam mendukung terciptanya perdamaian dunia yang berkelanjutan.

Dalam pidato tersebut, Pancasila disebut sebagai “bintang penuntun” yang telah membuktikan kemampuannya menyatukan keberagaman Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau, ratusan suku bangsa, bahasa, dan budaya. Di tengah berbagai tantangan global, mulai dari perkembangan teknologi hingga dinamika geopolitik dunia, Pancasila tetap menjadi fondasi kokoh bagi perjalanan bangsa Indonesia.

Selain itu, Indonesia juga diingatkan memiliki tanggung jawab konstitusional untuk turut mewujudkan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial sebagaimana amanat Pembukaan UUD 1945.

Pidato tersebut turut menyoroti kontribusi Indonesia dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global melalui keterlibatan pasukan perdamaian di bawah naungan PBB, peran aktif dalam mediasi konflik regional, serta komitmen memperjuangkan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih menghadapi berbagai bentuk penindasan.

Kepada generasi muda, disampaikan pesan agar menjadikan Pancasila sebagai living ideology atau ideologi yang hidup dalam praktik sehari-hari. Nilai-nilai Pancasila diharapkan tidak berhenti sebagai simbol atau hafalan, tetapi diwujudkan dalam sikap, perilaku, dan tindakan nyata.

Pidato tersebut juga menekankan pentingnya setiap kebijakan publik berlandaskan nilai-nilai Pancasila guna mewujudkan keadilan sosial, melindungi hak-hak masyarakat, serta mencegah berkembangnya intoleransi dan radikalisme yang dapat mengancam persatuan bangsa.

Mengakhiri pidato, seluruh elemen bangsa diajak untuk terus memperkuat komitmen kebangsaan, menjaga persatuan dalam keberagaman, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan demi mewujudkan Indonesia yang maju, damai, dan berkeadilan.

“Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di Republik yang kita cintai,” demikian kutipan pidato Kepala BPIP yang dibacakan Prof. Dominggus Malle.

Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di lingkungan Universitas Pattimura menjadi wujud nyata komitmen civitas akademika dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila, baik di lingkungan kampus maupun dalam kehidupan bermasyarakat.Versi ini lebih sesuai untuk format berita media dengan alur yang lebih padat, formal, dan mudah dibaca.

Editor : Bruce Elang