Usai Even Tinju Sabuk Emas Kapolri, Cosmas Refra Sampaikan Permohonan Maaf dan Apresiasi kepada Seluruh Pihak
Usai Even Tinju Sabuk Emas Kapolri, Cosmas Refra Sampaikan Permohonan Maaf dan Apresiasi kepada Seluruh Pihak
JAKARTA Tribunnusantara-web.id — Usai pelaksanaan Even Tinju Sabuk Emas Kapolri, Advokat Cosmas Refra, S.H., M.H., selaku Ketua Panitia, menyampaikan permohonan maaf sekaligus apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam menyukseskan rangkaian kegiatan tersebut.
Melalui pesan yang disampaikannya dari Jakarta, 13 September 2026, Cosmas Refra mengawali ungkapannya dengan salam persaudaraan, “Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Shalom, Salve, Salam Presisi.”
Ia menegaskan bahwa permohonan maaf tersebut disampaikan baik dalam kapasitasnya sebagai pribadi maupun sebagai Ketua Panitia.13/9/26
“Apabila selama kebersamaan kita dalam pelaksanaan kegiatan ini terdapat tutur kata, sikap, tindakan maupun perbuatan saya yang kurang berkenan, melukai perasaan, mengecewakan ataupun menimbulkan ketidaknyamanan, dengan segala kerendahan hati saya memohon maaf,” ujar Cosmas dalam pesannya.
Menurutnya, setiap kegiatan besar tentu tidak terlepas dari kekurangan. Karena itu, ia memilih menjadikan seluruh dinamika selama pelaksanaan kegiatan sebagai bagian dari proses untuk memperkuat kebersamaan dan persaudaraan.
Apresiasi untuk Seluruh Pihak
Cosmas juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, kepercayaan, tenaga, pikiran, dan waktu sehingga Even Tinju Sabuk Emas Kapolri dapat terlaksana dengan baik.
Ia menilai keberhasilan sebuah pertandingan tinju bukan hanya ditentukan oleh petinju yang tampil di atas ring, tetapi juga oleh kerja bersama panitia, perangkat pertandingan, wasit dan juri, tim medis, keamanan, ofisial, pelatih, pendukung, serta seluruh pihak yang memastikan pertandingan berlangsung secara tertib dan profesional.
“Kesuksesan acara ini adalah buah dari kebersamaan, kerja keras, dan semangat persaudaraan kita semua,” ungkapnya.
Sportivitas dan Keselamatan Tetap Menjadi Prinsip Utama
Dalam setiap pertandingan tinju, aspek keselamatan atlet, sportivitas, disiplin, dan kepatuhan terhadap regulasi pertandingan menjadi bagian penting yang harus dijunjung tinggi.
Petinju wajib mengikuti ketentuan pertandingan yang ditetapkan penyelenggara dan badan/regulator tinju yang menaungi pertandingan. Di atas ring, pertandingan dipimpin oleh wasit dengan dukungan juri serta perangkat pertandingan lainnya.
Prinsip dasar pertandingan tinju juga menempatkan keselamatan petinju sebagai perhatian utama. Penggunaan perlengkapan yang sesuai, pemeriksaan kesehatan, kepatuhan terhadap kelas dan ketentuan pertandingan, serta penghormatan terhadap keputusan perangkat pertandingan merupakan bagian penting dari penyelenggaraan pertandingan yang profesional.
Dalam konteks tersebut, semangat kompetisi tidak boleh menghilangkan nilai persaudaraan. Kemenangan dan kekalahan merupakan bagian dari olahraga, sementara sportivitas menjadi ukuran penting dari kualitas seorang petinju maupun penyelenggara pertandingan.
Persaudaraan Jangan Berhenti di Atas Ring
Cosmas berharap kebersamaan yang terbangun melalui Even Tinju Sabuk Emas Kapolri tidak berhenti setelah pertandingan berakhir.
Menurutnya, pertandingan boleh berakhir ketika bel terakhir berbunyi, tetapi persaudaraan dan komunikasi antarsesama harus tetap terjaga.
“Semoga persaudaraan dan kebersamaan yang telah terjalin ini tetap kita jaga, terus bersambung, dan semakin kuat di masa-masa yang akan datang,” katanya.
Ia kembali menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekurangan selama pelaksanaan kegiatan sekaligus mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan acara tersebut.
“Mohon maaf atas segala kekurangan. Terima kasih atas kebersamaan dan persaudaraan yang luar biasa,” tutup Cosmas Refra.
Pesan tersebut menjadi penutup yang sarat makna: kompetisi berlangsung di atas ring, tetapi persaudaraan harus tetap berdiri di luar ring. Semangat tersebut diharapkan menjadi nilai yang terus dibawa dalam setiap kegiatan olahraga berikutnya.
Editor: Bruce Elang








































Komentar via Facebook