Uskup Manokwari-Sorong Kunjungi Paroki Mamur: Suntik Dana Rp100 Juta, Ingatkan Soal Ukuran Gereja dan Kelestarian Hutan
Fakfak, TribunNusantara.web.id | Suasana hangat menyelimuti Paroki Santa Bernadeth Mamur, Fakfak, saat Uskup Keuskupan Manokwari-Sorong, Mgr. Hilarion Datus Lega, berkunjung pada Senin, 29 September 2025.
Kehadiran Uskup disambut penuh sukacita oleh panitia pembangunan dan umat, menjadi penanda penting dalam perjalanan pembangunan rumah ibadah yang sudah bergulir hampir setahun terakhir.
Tak sekadar meninjau progres, Uskup membawa kabar baik: bantuan finansial sebesar Rp100 juta untuk mempercepat pembangunan gereja.
"Ini bentuk dukungan nyata agar umat tidak patah semangat. Gereja harus berdiri atas kerja sama semua pihak," kata Uskup di hadapan umat.
Namun lebih dari bantuan, pesan-pesan Uskup menjadi titik perhatian. Ia menekankan pentingnya membangun dengan bijaksana, realistis, sekaligus menjaga kelestarian alam.
Pertama, ia mengapresiasi gagasan Pastor Paroki yang memilih "membungkus" gereja lama sebagai inti bangunan baru. Konsep ini, katanya, hemat lahan, efisien biaya, sekaligus sesuai dengan kemampuan umat.
Kedua, Uskup mengingatkan agar ukuran gereja jangan berlebihan.
"Gereja megah memang indah, tapi sering hanya penuh saat Natal atau Paskah. Untuk Minggu biasa, yang sederhana sudah cukup. Kalau butuh, tambah saja tenda. Jangan setiap tahun tebang kayu demi bangunan sementara, nanti hutan kita habis," ujarnya tegas, mengaitkan pembangunan dengan isu ekologis Papua Barat.
Ketiga, ia menyoroti kontribusi awal umat Stasi Mamur sebesar Rp300 juta sebagai fondasi swadaya.
"Ini harus jadi gereja umat. Umat harus berkorban, bekerja bakti, bukan hanya bergantung pada proposal pemerintah. Idealnya 50:50. Pemerintah punya kewajiban, tapi umat juga harus ambil bagian," katanya.
Selain itu, Uskup mengingatkan pentingnya target waktu. Dengan cara kerja yang konsisten, ia optimistis pembangunan bisa rampung dalam tiga tahun.
"Yang utama, libatkan umat. Jangan hanya mengandalkan proposal," tambahnya.
Pastor Paroki Santa Bernadeth Mamur, RD. Petrus L. Plu’e, Pr., menyampaikan terima kasih mendalam.
"Bapak Uskup hadir bukan hanya meninjau, tapi juga memberi dukungan nyata. Kami berharap semakin banyak orang baik hati yang tergerak membantu," ujarnya.
Kunjungan ini menjadi suntikan semangat baru bagi umat Mamur. Bagi mereka, pembangunan gereja bukan sekadar proyek fisik, melainkan wujud iman, gotong royong, sekaligus kesadaran menjaga keseimbangan antara tradisi lokal dan kelestarian alam Fakfak.
Writter : Den








































Komentar via Facebook