Uskup Seno Ngutra Buka Bible Camp Kevikepan Kei Besar 2026, OMK Diajak Jadi Terang di Tengah Masyarakat.
Uskup Seno Ngutra Buka Bible Camp Kevikepan Kei Besar 2026, OMK Diajak Jadi Terang di Tengah Masyarakat.
Maluku Tenggara Tribunnusantara-web.id — Kegiatan Bible Camp Kevikepan Kei Besar Tahun 2026 resmi dibuka Uskup Amboina, Mgr. Seno Ngutra, Jumat (11/9/2026), di pelataran Gua Maria Werin Ko’laai, Bombay, Kabupaten Maluku Tenggara.
Kegiatan yang diikuti Orang Muda Katolik (OMK) dari tujuh paroki di Kevikepan Kei Besar tersebut menjadi momentum pembinaan iman, karakter, persaudaraan, sekaligus penguatan kecintaan generasi muda terhadap budaya Kei.
Dalam pesan pembukaannya, Mgr. Seno Ngutra menegaskan bahwa kaum muda Katolik tidak hanya dituntut memiliki iman yang kuat, tetapi juga harus mampu menunjukkan karakter dan menjadi teladan di tengah masyarakat.
“Karena itu, kegiatan ini akan membina dan mengembangkan karakter Anda sebagai seorang Orang Muda Katolik (OMK), untuk bertumbuh, berakar dalam iman, juga berakar dalam budaya Kei. Tentu Anda akan menjadi lilin yang menyala di mana saja Anda berada,” kata Mgr. Seno.
Ia meminta seluruh peserta mengikuti proses Bible Camp dengan sungguh-sungguh agar pembinaan yang diterima dapat diwujudkan ketika mereka kembali ke paroki dan stasi masing-masing.
Menurutnya, OMK harus mampu menjadi generasi yang dapat diandalkan Gereja dan masyarakat.
“Jangan pernah takut menjadi saksi Kristus di tengah-tengah masyarakat, di mana pun Anda berada. Jadilah lilin yang menyala di dalam kegelapan,” pesannya.
Uskup Seno kemudian memberikan penegasan dengan sebuah pesan yang menggugah semangat para peserta.
“Semakin gelap, semakin terang; semakin terang, semakin menyala. Sekali lagi, jangan takut menjadi Orang Muda Katolik yang menyala dalam kebaikan. Di mana ada kebaikan, di situ ada kasih, di situ ada pengampunan, dan di situ Yesus, Sahabatmu, hadir,” ujarnya.
Teladani Semangat Rasul Paulus
Dalam kesempatan tersebut, Mgr. Seno juga mengajak kaum muda untuk meneladani Rasul Paulus yang menurutnya memiliki keberanian dan keteguhan dalam mewartakan Kristus.
“Hari ini Yesus menegaskan agar engkau menjadi sahabat-Nya seperti Rasul Paulus sendiri yang ke mana pun ia pergi selalu memiliki satu tujuan, yakni memberitakan Kristus kepada orang lain,” katanya.
Ia mengingatkan, menjadi orang muda Katolik bukan hanya soal identitas, tetapi juga bagaimana iman diwujudkan melalui perilaku dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, para peserta diminta menjauhkan diri dari berbagai tindakan yang dapat merusak masa depan, karakter, serta martabat mereka.
“Ketika Anda kehilangan karakter, sesungguhnya Anda telah kehilangan segala sesuatu. Ketika Anda berbuat kejahatan, sesungguhnya Anda dicap sebagai penjahat dan tanpa sadar Anda telah kehilangan karakter dan martabat,” tegasnya.
Belajar dari Para Martir di Tanah Kei
Untuk membangkitkan semangat iman peserta, Uskup Seno juga mengingatkan tentang sejarah para martir yang gugur di tanah Kei.
Ia menyampaikan kisah Mgr. Johannes Aerts, MSC, bersama rekan-rekannya yang gugur sebagai martir di Kei pada tahun 1942 ketika masa pendudukan Jepang.
Menurut Uskup Seno, para martir tersebut tetap mempertahankan kesaksian iman mereka meskipun menghadapi ancaman kematian.
Kisah tersebut, kata dia, harus menjadi inspirasi bagi generasi muda Katolik agar berani menjadi saksi Kristus dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan kehidupan.
Semangat pengorbanan para martir di tanah Kei juga diharapkan menjadi bagian dari refleksi peserta selama mengikuti Bible Camp.
Diawali Misa Syukur
Pembukaan Bible Camp Kevikepan Kei Besar 2026 diawali dengan Perayaan Misa Syukur yang dipimpin langsung oleh Mgr. Seno Ngutra.
Misa tersebut dihadiri para pastor se-Kevikepan Kei Besar, Wakil Bupati Maluku Tenggara Charlos V. Rahantoknam, Kapolsek Kei Besar Iptu Raman, para peserta Bible Camp dari tujuh paroki, serta umat Paroki Hati Kudus Yesus Bombay.
Kegiatan Bible Camp diharapkan menjadi ruang bagi OMK untuk memperdalam iman, membangun persaudaraan, memperkuat karakter, sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa iman Katolik dan budaya Kei merupakan bagian penting dalam pembentukan jati diri generasi muda.
Dari Bombay, semangat yang dibangun sederhana namun kuat: OMK tidak hanya menjadi generasi penerus Gereja, tetapi juga menjadi terang, pembawa kasih, dan penjaga nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat.
Penulis: Tarsy Temorubun
Editor: Bruce Elang








































Komentar via Facebook