Verifikasi 1.200 RTLH Tuntas, Renovasi Segera Dimulai: Gubernur Malut Sherly Tjoanda Dinilai Hadir untuk Rakyat Kecil
Verifikasi 1.200 RTLH Tuntas, Renovasi Segera Dimulai: Gubernur Malut Sherly Tjoanda Dinilai Hadir untuk Rakyat Kecil
MALUKU UTARA Tribunnusantara-web.id Pemerintah Provinsi Maluku Utara memastikan proses verifikasi terhadap 1.200 penerima bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tahun 2026 telah selesai dilaksanakan. Tahapan tersebut menjadi langkah awal sebelum dimulainya proses renovasi rumah warga yang selama ini hidup dalam kondisi memprihatinkan.
Di balik angka 1.200 penerima manfaat itu, tersimpan ribuan kisah perjuangan masyarakat kecil yang bertahun-tahun bertahan di rumah bocor, dinding lapuk, hingga bangunan yang nyaris tidak layak ditempati.09/05/2026
Ada ibu rumah tangga yang setiap musim hujan harus berjaga semalaman menahan air masuk ke rumah. Ada anak-anak yang belajar dalam keterbatasan. Dan ada keluarga yang tetap bertahan di rumah sederhana penuh kekurangan karena tidak memiliki pilihan lain.
Kini, harapan baru mulai terlihat.
Program RTLH yang mulai masuk tahap pengerjaan renovasi ini dinilai menjadi bukti nyata perhatian Pemerintah Provinsi Maluku Utara di bawah kepemimpinan Sherly Tjoanda terhadap kebutuhan dasar masyarakat kecil.
Bagi warga, bantuan tersebut bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan upaya mengembalikan rasa aman dan martabat hidup keluarga penerima manfaat.
“Rumah bukan hanya tempat berteduh. Rumah adalah tempat keluarga membangun harapan dan masa depan,” ujar salah satu warga penerima bantuan.
Pemerintah berharap program RTLH mampu menciptakan dampak sosial yang lebih luas, mulai dari meningkatnya kualitas kesehatan masyarakat, kenyamanan anak-anak saat belajar, hingga tumbuhnya produktivitas keluarga.
Rumah layak untuk kehidupan yang lebih sehat
Lingkungan aman bagi tumbuh kembang anak
Keluarga lebih nyaman dan produktif
Harapan hidup masyarakat perlahan kembali tumbuh
Program ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memastikan tidak ada lagi warga Maluku Utara yang hidup dalam rumah tidak layak dan membahayakan keselamatan penghuninya.
Publik pun memberikan apresiasi terhadap langkah Sherly Tjoanda yang dinilai mulai menyentuh kebutuhan paling mendasar masyarakat.
Pelan-pelan, tetapi pasti, yang dibangun hari ini bukan hanya rumah warga — melainkan harapan baru bagi ribuan keluarga di Maluku Utara.
(*****)








































Komentar via Facebook