Wabup Malra Charlos Viali: Di Balik Produk Ekraf Kei, Ada Cerita, Budaya, dan Gotong Royong

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 22 Oktober 2025

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Wabup Malra Charlos Viali: Di Balik Produk Ekraf Kei, Ada Cerita, Budaya, dan Gotong Royong

Langgur, TribunNusantara.web.id |  Wakil Bupati Maluku Tenggara, Charlos Viali Rahantoknam, punya cara hangat mengajak warganya memaknai kreativitas.

Di hadapan ratusan pelaku ekonomi kreatif yang memadati Pantai Ngur Sarnadan, Ohoililir, Rabu siang (22/10/2025), Viali menyebut setiap produk lokal yang dipamerkan menyimpan cerita, budaya, dan nilai gotong royong masyarakat Kei.

“Festival Pesona Meti Kei bukan hanya tentang hiburan atau pariwisata, tetapi tentang merayakan identitas dan semangat masyarakat Kei. Di balik setiap produk, ada cerita dan budaya yang hidup bersama nilai gotong royong, ciri khas kita,” ujar Viali saat membuka Pameran Ekonomi Kreatif 2025.

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Pesona Meti Kei 2025 itu dibuka secara simbolis oleh Danlanud Dominicus Dumatubun Letkol Pas Firasat Amansyah, M.Han, dengan pemukulan tifa sebagai tanda dimulainya pameran. Hadir pula Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun, Wabup Viali, serta jajaran Forkopimda yang ikut meramaikan suasana.

Menurut Viali, pameran ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan panggung besar bagi pelaku ekonomi kreatif Kei untuk unjuk gigi.

Dari kerajinan tangan hingga kuliner khas, dari desain hingga seni lokal — semuanya adalah bukti bahwa kreativitas masyarakat Kei tumbuh dari akar budaya yang kokoh.

“Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Maluku Tenggara bukan hanya indah dari sisi alamnya, tetapi juga kaya dari sisi kreativitas dan inovasi warganya,” ujarnya.

Ia memastikan, Pemerintah Daerah terus memberikan dukungan nyata bagi pelaku ekonomi kreatif, melalui pelatihan, promosi, dan pendampingan usaha. Menurutnya, geliat ekonomi kreatif di Kei punya potensi besar untuk menembus pasar nasional, bahkan internasional.

Viali pun mengajak para pelaku UMKM dan komunitas kreatif untuk menjadikan momen ini sebagai ajang belajar dan berjejaring.

“Jangan ragu menampilkan produk lokal dengan percaya diri. Inilah waktunya kita bangga atas karya sendiri,” pesannya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan filosofi yang menjadi semangat hidupnya:

“Keterbatasan bukanlah hambatan, melainkan pemicu bagi kreativitas yang tak terbatas. Mari kita jadikan pameran ini ruang untuk saling menguatkan dan terus menyalakan api kreativitas di Bumi Larvul Ngabal yang kita cintai.”

Usai pembukaan, rombongan Bupati dan Forkopimda mengunjungi berbagai stand pameran Ekraf. Di antara deretan produk lokal, tampak Bupati Thaher Hanubun antusias berbelanja — mulai dari Saloi dan tas berbahan tempurung kelapa, hingga Enbal Semprong, kuliner khas Kei yang kian diminati wisatawan.

Pameran ditutup dengan acara Goyang Meti Kei III, di mana pejabat, panitia, peserta lomba, dan masyarakat larut dalam irama riang budaya Kei.

Malam itu, semangat gotong royong dan kreativitas benar-benar hidup di tepi pantai — seolah mengingatkan, bahwa ekonomi kreatif bukan sekadar dagang, tapi tentang merawat jiwa kebersamaan orang Kei.