WABUP MALRA INGATKAN: KOPERASI MERAH PUTIH JANGAN SAMPAI JADI LADANG PENYIMPANGAN, PENGAWAS HARUS BERANI DAN PROFESIONAL

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 04 Juni 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

WABUP MALRA INGATKAN: KOPERASI MERAH PUTIH JANGAN SAMPAI JADI LADANG PENYIMPANGAN, PENGAWAS HARUS BERANI DAN PROFESIONAL

WABUP MALRA INGATKAN: KOPERASI MERAH PUTIH JANGAN SAMPAI JADI LADANG PENYIMPANGAN, PENGAWAS HARUS BERANI DAN PROFESIONAL

Maluku Tenggara Tribunnusantara-web.id – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara tidak ingin program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang digagas untuk memperkuat ekonomi rakyat justru terjebak dalam persoalan tata kelola, administrasi yang semrawut, hingga penyimpangan keuangan.

Pesan tegas itu mengemuka dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Peningkatan Kapasitas Pengawas Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Tahun 2026 yang digelar Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Maluku Tenggara di Ballroom Hotel Aurelia Langgur.

Sebanyak 100 pengawas koperasi dari berbagai desa dan kelurahan di Maluku Tenggara mengikuti pelatihan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem pengawasan dan akuntabilitas koperasi sejak dini.04/06/2026

Dalam laporan panitia disebutkan, pengawas koperasi memegang peran strategis sebagai garda terdepan dalam memastikan seluruh aktivitas koperasi berjalan sesuai aturan, transparan, dan berpihak pada kepentingan anggota.

"Koperasi yang besar bukan hanya karena modalnya, tetapi karena tata kelolanya sehat dan diawasi secara profesional," demikian salah satu pesan yang mengemuka dalam kegiatan tersebut.

Pelatihan ini tidak sekadar membahas administrasi dan penyusunan laporan keuangan. Para peserta juga dibekali kemampuan melakukan pengawasan internal, audit koperasi, identifikasi potensi penyimpangan, hingga langkah-langkah pencegahan terhadap praktik pengelolaan yang tidak sesuai ketentuan.

Langkah ini dinilai penting mengingat Koperasi Merah Putih menjadi salah satu program strategis yang diharapkan mampu menggerakkan ekonomi desa, membuka lapangan usaha, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tanpa pengawasan yang kuat, koperasi berpotensi menghadapi berbagai persoalan, mulai dari lemahnya administrasi, laporan keuangan yang tidak akuntabel, hingga konflik internal yang dapat menghambat pertumbuhan usaha.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara menaruh harapan besar kepada para pengawas agar tidak sekadar menjadi pelengkap struktur organisasi, tetapi benar-benar menjalankan fungsi kontrol secara independen, objektif, dan bertanggung jawab.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mendapatkan pembekalan dari Dinas Koperasi dan UKM, Inspektorat Kabupaten Maluku Tenggara, serta praktisi koperasi yang memiliki pengalaman dalam pengelolaan dan pengawasan kelembagaan koperasi.

Melalui pelatihan ini, pemerintah berharap lahir pengawas-pengawas koperasi yang tidak hanya memahami aturan, tetapi juga memiliki keberanian moral untuk menjaga koperasi tetap berada di jalur yang benar.

Sebab keberhasilan Koperasi Merah Putih tidak hanya diukur dari jumlah koperasi yang terbentuk, melainkan dari kemampuan koperasi tersebut bertahan, berkembang, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Editor:

Bruce Elang

Tagline:

"Koperasi yang diawasi dengan baik akan tumbuh menjadi kekuatan ekonomi rakyat. Koperasi tanpa pengawasan hanya menunggu waktu untuk bermasalah."Alternatif judul yang lebih keras dan menjual: