Wabup Malra Sentil Pejabat Kesehatan: Jangan Merasa Paling Pintar, Kita Ini Pelayan Rakyat!
Wabup Malra Sentil Pejabat Kesehatan: Jangan Merasa Paling Pintar, Kita Ini Pelayan Rakyat!
LANGGUR, TRIBUNNUSANTARA.WEB.ID – Wakil Bupati Maluku Tenggara, Charlos Viali Rahantoknam, melontarkan peringatan keras kepada seluruh jajaran kesehatan di Kabupaten Maluku Tenggara agar tidak terjebak dalam mentalitas merasa paling benar dan paling pintar.
Pesan tegas itu disampaikan saat membacakan sambutan Bupati Maluku Tenggara, Muhammad Thaher Hanubun, pada pembukaan Workshop Analisis Situasi Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara.
Di hadapan Kepala Dinas Kesehatan, para direktur rumah sakit, kepala puskesmas, dan stakeholder kesehatan lainnya, Charlos menegaskan bahwa jabatan bukanlah simbol kekuasaan, melainkan amanah untuk melayani masyarakat.
"Saudara-saudara yang sudah dipercaya menjadi kepala puskesmas, direktur rumah sakit, kepala dinas, termasuk saya sebagai wakil bupati, harus sadar bahwa kita ini pelayan masyarakat. Kita berada di bawah masyarakat, bukan di atas masyarakat," tegasnya.
Menurutnya, ukuran keberhasilan pembangunan kesehatan bukan banyaknya laporan atau rapinya administrasi, melainkan sejauh mana manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.09/06/2026
"Dampaknya harus nyata bagi rakyat, bukan hanya bagi puskesmas atau dinas kesehatan," katanya.
Charlos juga mengungkapkan bahwa pada awal masa pemerintahan MTH-VR, banyak laporan mengenai kosongnya stok obat di sejumlah puskesmas. Karena itu, dirinya turun langsung ke desa-desa untuk memastikan kondisi sebenarnya.
"Awalnya saya kira hanya laporan kebencian. Tetapi setelah turun langsung, ternyata persoalan itu memang ada. Syukur, sekarang masyarakat sendiri mengakui bahwa obat-obatan sudah tersedia di puskesmas," ujarnya.
Meski ada kemajuan, ia menegaskan masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, mulai dari akses pelayanan kesehatan yang belum merata, keterbatasan sarana dan prasarana, hingga persoalan stunting serta penyakit menular dan tidak menular.
Dalam kesempatan tersebut, Charlos juga melontarkan sindiran keras kepada aparatur yang anti kritik.
"Yang benar tidak selalu benar, yang salah tidak selalu salah. Jangan merasa diri sudah paling pintar lalu menutup telinga terhadap masukan. Semua masukan harus diterima dan dipilah. Yang terpenting adalah apakah kebijakan itu berdampak bagi masyarakat atau tidak," tandasnya.
Ia bahkan mengingatkan peserta workshop agar tidak menganggap kegiatan pendampingan dari Universitas Airlangga dan Kementerian Kesehatan sebagai kegiatan seremonial belaka.
"Jangan tengah jalan minta pulang. Tim dari Airlangga datang jauh-jauh dari Surabaya dengan biaya yang tidak sedikit. Ikuti dengan serius dan manfaatkan kesempatan ini untuk memperbaiki pelayanan kesehatan sampai ke tingkat puskesmas," tegasnya.
Pernyataan Wakil Bupati itu menjadi sinyal kuat bahwa Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara menginginkan birokrasi kesehatan yang lebih terbuka, responsif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat, bukan sekadar mempertahankan jabatan dan rutinitas administratif.
"Kita ini pelayan rakyat. Jangan pernah merasa lebih tinggi dari masyarakat yang kita layani," pungkas Charlos Viali Rahantoknam.
Editor : Bruce Elang








































Komentar via Facebook