Wabup Maluku Tenggara Ajak Umat Jadikan Pembangunan Gereja Semawi Simbol Persaudaraan dan Gotong Royong

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 29 Mei 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Wabup Maluku Tenggara Ajak Umat Jadikan Pembangunan Gereja Semawi Simbol Persaudaraan dan Gotong Royong

Wabup Maluku Tenggara Ajak Umat Jadikan Pembangunan Gereja Semawi Simbol Persaudaraan dan Gotong Royong

Langgur Tribunnusantara-web.id  — Wakil Bupati Maluku Tenggara, Charlos Viali Rahantoknam, mengajak seluruh umat Katolik Stasi Semawi menjadikan pembangunan Gereja St. Antonius de Padua sebagai simbol persatuan, gotong royong, dan persaudaraan yang terus hidup di tengah masyarakat Kei.

Ajakan tersebut disampaikan Rahantoknam saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Gereja St. Antonius de Padua di Stasi Semawi, Kecamatan Kei Kecil Timur, Jumat (29/5/2026).

Dalam sambutannya, Rahantoknam menegaskan bahwa dimulainya pembangunan gereja tersebut bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan buah dari perjuangan panjang, pengorbanan, serta semangat kebersamaan umat dan masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan memulai pembangunan rumah ibadah itu menjadi bukti bahwa cita-cita besar dapat diwujudkan apabila masyarakat tetap bersatu dalam semangat gotong royong.

“Perjuangan yang panjang ini menunjukkan bahwa kebersamaan dan ketulusan akan selalu menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi banyak orang,” ujar Rahantoknam.

Ia menilai gereja memiliki peran penting bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan karakter, penguatan moral, dan pengembangan nilai-nilai kemanusiaan di tengah masyarakat.

Karena itu, pembangunan Gereja St. Antonius de Padua dinilai memiliki arti strategis bagi kehidupan rohani umat Katolik di Semawi dan wilayah sekitarnya.

Rahantoknam berharap gereja yang nantinya berdiri megah di Semawi dapat melahirkan generasi yang memiliki iman kuat, semangat persaudaraan tinggi, serta kepedulian sosial terhadap sesama.

Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, lanjutnya, akan terus mendukung berbagai pembangunan yang bertujuan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, termasuk pembangunan sarana keagamaan sebagai bagian dari penguatan harmoni sosial di daerah.

Ia juga mengingatkan seluruh umat agar terus menjaga kekompakan dan persatuan selama proses pembangunan berlangsung sehingga pekerjaan dapat berjalan lancar dan selesai sesuai harapan.

“Kita ingin pembangunan ini menjadi bukti bahwa masyarakat Maluku Tenggara selalu mampu bersatu untuk tujuan yang mulia,” katanya.

Di hadapan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan umat Katolik yang hadir, Rahantoknam kembali menegaskan bahwa semangat gotong royong yang lahir dari pembangunan gereja harus terus dipelihara sebagai modal sosial dalam membangun Maluku Tenggara yang harmonis dan sejahtera.

Ia berharap Gereja St. Antonius de Padua kelak menjadi simbol kokohnya iman, persaudaraan, dan kebersamaan masyarakat Semawi bagi generasi yang akan datang.

(Redaksi Tribunnusantara)