Wabup Maluku Tenggara Serukan Gerakan Kolektif Lawan Stunting: Masa Depan Generasi Emas Tidak Bisa Dibangun Pemerintah Sendiri
Wabup Maluku Tenggara Serukan Gerakan Kolektif Lawan Stunting: Masa Depan Generasi Emas Tidak Bisa Dibangun Pemerintah Sendiri
Langgur, Tribunnusantara-web.id – Wakil Bupati Maluku Tenggara Carlos Javier Rahantoknam, S.H., M.Kn menegaskan bahwa upaya menekan angka stunting tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah. Dibutuhkan gerakan kolektif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari aparatur pemerintah, dunia usaha, lembaga sosial, hingga keluarga sebagai garda terdepan dalam membentuk generasi yang sehat dan berkualitas.
Pernyataan tersebut disampaikan saat membacakan sambutan tertulis Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, pada pembukaan Sosialisasi Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) dan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) yang dihadiri Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (BKKBN) Provinsi Maluku, Dr. Eddy Setiawan, bersama jajaran pemerintah daerah.
Dalam sambutannya, Wabup menyampaikan apresiasi atas komitmen BKKBN Provinsi Maluku yang menjadikan Kabupaten Maluku Tenggara sebagai salah satu daerah prioritas dalam penguatan program pembangunan keluarga dan percepatan penurunan stunting.
Ia mengungkapkan bahwa prevalensi stunting di Kabupaten Maluku Tenggara terus menunjukkan tren penurunan. Berdasarkan data pemerintah daerah, angka stunting turun dari sekitar 14 persen pada 2024 menjadi 10,25 persen. Meski demikian, pemerintah menilai capaian tersebut belum menjadi alasan untuk berpuas diri.
"Keberhasilan bukan hanya diukur dari turunnya angka stunting, tetapi dari kemampuan kita mencegah lahirnya kasus-kasus baru. Pencegahan harus menjadi fokus utama agar penurunan yang dicapai dapat berkelanjutan," tegasnya.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara mengajak seluruh ASN, BUMN, BUMD, pemerintah desa, sektor swasta, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga warga yang memiliki kemampuan ekonomi untuk mengambil bagian sebagai Orang Tua Asuh bagi anak-anak yang berisiko mengalami stunting.28/07/2026
Menurut Wabup, stunting bukan semata persoalan kurang gizi, tetapi juga menyangkut kualitas sumber daya manusia yang akan menentukan daya saing daerah di masa depan. Oleh sebab itu, intervensi harus dilakukan sejak dini melalui pemenuhan gizi, edukasi keluarga, pelayanan kesehatan, serta penguatan pola pengasuhan anak.
Selain aspek pemenuhan gizi, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara juga menekankan pentingnya keterlibatan seorang ayah dalam membangun karakter dan perkembangan anak melalui Program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).
"Pola pikir bahwa pengasuhan anak sepenuhnya merupakan tanggung jawab ibu harus diubah. Seorang ayah memiliki peran yang sama pentingnya sebagai pendidik, pelindung, pembimbing, dan teladan dalam keluarga," ujar Wabup saat membacakan sambutan Bupati.
Ia menambahkan bahwa perubahan besar selalu diawali dari tindakan sederhana. Meluangkan waktu bersama anak, mengantar anak ke sekolah, mendampingi proses belajar, hingga terlibat dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari merupakan bentuk nyata kehadiran seorang ayah dalam membangun keluarga yang tangguh.
Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung percepatan penurunan stunting. Seluruh perangkat daerah, camat, lurah, kepala desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, serta para pemangku kepentingan diminta memastikan setiap program berjalan tepat sasaran, terukur, dan berkelanjutan.
Di akhir sambutannya, Wabup berharap dukungan dari BKKBN Provinsi Maluku terus diperkuat agar program pembangunan keluarga di Kabupaten Maluku Tenggara mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, produktif, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.
Kegiatan Sosialisasi Program GENTING dan GATI kemudian secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Maluku Tenggara mewakili Bupati, sebagai wujud komitmen pemerintah daerah memperkuat pembangunan keluarga sekaligus mempercepat penurunan stunting di Kabupaten Maluku Tenggara.
Editor: Bruce Elang








































Komentar via Facebook