Wali Kota Mataram Raih Anugerah Kebudayaan PWI, Gerbang Sangkareang Diangkat sebagai Ikon Kota

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 05 Februari 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Wali Kota Mataram Raih Anugerah Kebudayaan PWI, Gerbang Sangkareang Diangkat sebagai Ikon Kota

Jakarta, TribunNusantara.web.id | Wali Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Mohan Roliskana, dijadwalkan menerima trofi Abyakta—Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026, 9 Februari mendatang. Penghargaan tersebut diberikan atas gagasan dan realisasi “Gerbang Sangkareang” sebagai landmark budaya Kota Mataram.

Mohan memperoleh penghargaan setelah mempresentasikan proposal Gerbang Sangkareang di hadapan dewan juri pada 9 Januari 2026. Konsep tersebut dinilai berhasil memadukan tradisi masyarakat Sasak dengan arsitektur modern, sekaligus menghadirkan identitas visual baru bagi kota.

Mohan, yang menjabat Wali Kota Mataram periode 2021–2024 dan kembali terpilih untuk periode 2024–2029, lahir di Mataram, 16 November 1972. Ia menamatkan pendidikan menengah di SMA Ampenan pada 1991, melanjutkan studi Ilmu Komunikasi di Universitas Atma Jaya Yogyakarta dan lulus pada 1998, kemudian meraih gelar Magister Ilmu Hukum dari Universitas Mataram pada 2007.

Karier birokrasi Mohan dimulai sebagai pegawai negeri sipil di Pemerintah Kota Mataram pada 1999 hingga 2010. Ia kemudian menjabat Wakil Wali Kota Mataram dua periode, 2010–2015 dan 2016–2021, sebelum terpilih sebagai wali kota. Di ranah politik, ia kini menjabat Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Nusa Tenggara Barat periode 2025–2030.

Mohan menjelaskan, Gerbang Sangkareang dirancang sebagai simbol “lumbung kehidupan”, konsep agraris masyarakat Sasak yang melambangkan kesejahteraan, ketahanan, dan kebersamaan.

“Gerbang Sangkareang mengangkat konsep lumbung kehidupan, ikon agraris masyarakat Sasak yang melambangkan kesejahteraan, ketahanan, dan kebersamaan,” kata Mohan dalam presentasinya di hadapan dewan juri.

Dewan juri Anugerah Kebudayaan PWI Pusat terdiri dari sejumlah tokoh seni, budaya, dan pers nasional, antara lain Yusuf Susilo Hartono, Nungki Kusumastuti, Agus Dermawan T., Sudjiwo Tejo, dan Akhmad Munir.

Menurut Mohan, motif lumbung pada gerbang tersebut diterjemahkan dalam desain visual kontemporer yang memadukan nilai tradisi dan arsitektur modern. Landmark itu tidak hanya menjadi penanda ruang, tetapi juga penanda makna kota.

Ia menambahkan, kehadiran Gerbang Sangkareang turut menggerakkan ekosistem kreatif di Mataram. Motif lumbung yang diangkat dari desain gerbang melahirkan beragam ekspresi turunan, seperti batik motif lumbung, kriya logam, desain ruang publik, hingga identitas visual kota.

Dalam perspektif pengembangan kota, menurut Mohan, gerbang tersebut bukan sekadar elemen estetika, melainkan bagian dari upaya membangun karakter dan jati diri Mataram.

Ia juga menilai peran pers penting dalam memperluas gaung karya para pelaku kreatif daerah, sehingga produk budaya lokal dapat dikenal lebih luas. Penghargaan Abyakta PWI, kata dia, menjadi pengakuan atas upaya tersebut.
 

(Rilis/Evav)