Wali Kota Tual Letakkan Batu Pertama Kampung Nelayan Merah Putih, Simbol Harapan Baru Pesisir Maluku

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 02 Oktober 2025

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Wali Kota Tual Letakkan Batu Pertama Kampung Nelayan Merah Putih, Simbol Harapan Baru Pesisir Maluku

Tual, TribunNusantara.web.id |  Untuk pertama kalinya, Wali Kota Tual Hi. A. Yani Renuat bersama Wakil Wali Kota Hi. A. Amir Rumra, Rabu (1/10/2025), melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Lebetawi, Kecamatan Dullah Utara. Sebuah momen yang digadang-gadang menjadi tonggak baru transformasi sektor kelautan di jantung pesisir Kota Tual.

Dalam sambutannya, Renuat menegaskan bahwa Kota Tual memiliki potensi ikan yang melimpah dan diakui sebagai salah satu sentra perikanan penting di Provinsi Maluku.

Namun, katanya, potensi besar itu belum sepenuhnya memberi dampak pada peningkatan taraf hidup masyarakat nelayan.

“Potensi ini harus ditopang oleh sarana dan prasarana yang memadai, serta ekosistem sosial ekonomi yang kuat. Program Kampung Nelayan Merah Putih adalah jawaban atas kebutuhan itu,” ujar Renuat.

Menurut dia, program yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan sebuah gerakan transformasi.

Tujuannya, menjadikan kampung pesisir lebih modern, produktif, terintegrasi, dan berkelanjutan, hingga akhirnya bermuara pada kesejahteraan nelayan dan keluarganya.

Lebih jauh, Wali Kota menekankan bahwa KNMP juga sarat makna.

“Kampung Nelayan Merah Putih melambangkan semangat kemerdekaan dan kedaulatan bangsa, yang kini kita wujudkan melalui sektor kelautan dan perikanan,” katanya.

Fasilitas Kunci

Di lokasi tersebut akan dibangun sejumlah fasilitas vital. Di antaranya, cold storage mini, pabrik es skala kecil, dan tempat pengolahan ikan higienis untuk menjaga kualitas hasil tangkapan nelayan agar memiliki nilai tambah dan daya tahan lebih lama.

Selain itu, ada program penataan lingkungan pemukiman berupa peningkatan kualitas rumah nelayan, perbaikan jalan lingkungan, dan sanitasi.

Tak kalah penting, penguatan kelembagaan ekonomi melalui koperasi nelayan yang diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi setempat.

Pembangunan ini ditargetkan rampung dalam hitungan bulan.

“Waktu yang singkat untuk harapan yang besar. Karena itu saya minta kita semua bersinergi dan berkolaborasi,” kata Renuat mengingatkan.

Ia pun berpesan kepada kontraktor pelaksana agar bekerja dengan penuh tanggung jawab, menjaga kualitas pembangunan, dan disiplin terhadap waktu penyelesaian.

Harapan untuk Nelayan

Tak lupa, Renuat mengajak masyarakat nelayan agar terlibat aktif mengawal proyek ini.

“Mari kita dukung proses pembangunan ini. Jaga kekompakan, pantau bersama, dan kelak, setelah selesai, rawat dan manfaatkan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Di akhir pidatonya, ia menegaskan kembali pesan penting: “Fasilitas ini milik kita bersama. Mari kita jaga demi masa depan anak cucu kita.”

 

Writter : Bruce Elang