Wamendagri Ajak Pemda Asia Pasifik Perkuat Pariwisata Berkelanjutan di Forum UCLG ASPAC

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 09 Mei 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Wamendagri Ajak Pemda Asia Pasifik Perkuat Pariwisata Berkelanjutan di Forum UCLG ASPAC

Wamendagri Ajak Pemda Asia Pasifik Perkuat Pariwisata Berkelanjutan di Forum UCLG ASPAC

Kendari, Tribunnusantara-web.id Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus mengajak pemerintah daerah di kawasan Asia Pasifik memperkuat sinergi dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan dan pembangunan regional yang inklusif.

Ajakan tersebut disampaikan Wiyagus saat menghadiri forum United Cities and Local Government Asia-Pacific Executive Bureau Meeting and Asia-Pacific Forum yang digelar di Hotel Claro Kendari, Jumat (8/5/2026).

Dalam sambutannya, Wiyagus menegaskan forum internasional tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat solidaritas antardaerah dalam menghadapi tantangan global, khususnya di sektor pariwisata.

“Kita berkumpul untuk menjawab satu tantangan besar, yaitu memperkuat tata kelola lokal untuk pariwisata berkelanjutan dan pembangunan regional yang inklusif,” ujar Wiyagus.

Ia memaparkan Indonesia memiliki potensi wisata besar yang didukung kekayaan alam, budaya, dan keberagaman masyarakat. Selain itu, posisi geografis Indonesia di garis khatulistiwa dengan iklim tropis dinilai menjadi keunggulan karena mendukung aktivitas pariwisata sepanjang tahun.

Menurutnya, pemerintah saat ini terus mendorong pengembangan lima destinasi superprioritas dan sepuluh kawasan wisata prioritas nasional, termasuk Wakatobi sebagai salah satu destinasi unggulan di Sulawesi Tenggara.

Langkah tersebut, kata dia, dilakukan untuk menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru yang tersebar merata di berbagai daerah.

Namun demikian, Wiyagus mengingatkan pengembangan sektor pariwisata tidak boleh mengabaikan aspek lingkungan.                              

Ia menyoroti persoalan sampah plastik dan limbah makanan yang dinilai menjadi tantangan serius bagi keberlanjutan destinasi wisata.

“Dalam RPJMN 2025-2029 Indonesia melakukan pergeseran paradigma dari mass tourism menuju quality tourism,” katanya.

Konsep quality tourism tersebut, lanjutnya, menitikberatkan pada pembangunan destinasi wisata berkualitas dengan dampak negatif seminimal mungkin terhadap lingkungan dan masyarakat lokal.

Melalui forum tersebut, Wiyagus juga mengajak seluruh pemerintah daerah di kawasan Asia Pasifik mempercepat penerapan konsep blue economy, green economy, dan circular economy sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu, ia turut mengusulkan lima langkah aksi bersama, yakni memperkuat jejaring dan kolaborasi antarpemangku kepentingan, mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif berbasis pariwisata berkelanjutan, menerapkan prinsip pengembangan wisata berkelanjutan, memanfaatkan transformasi digital untuk pemantauan lingkungan dan pelayanan wisata, serta memperkuat ekonomi kreatif dan pemberdayaan UMKM lokal.

Wiyagus berharap forum UCLG ASPAC dapat menjadi wadah pertukaran praktik terbaik antardaerah sekaligus menghasilkan kesepakatan strategis yang dapat diterapkan secara nyata di kawasan Asia Pasifik.

“Mari kita jadikan pariwisata sebagai instrumen perdamaian, kesejahteraan, dan keberlanjutan bagi seluruh rakyat di Asia Pasifik,” pungkasnya.

Forum tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Hugua, Wali Kota Kendari Siska Karina Imran, serta Presiden UCLG ASPAC sekaligus Wali Kota Metropolitan Konya Ugur Ibrahim Altay.

(*****)