Wamendagri Bima Arya Ajak IARMI Berkolaborasi Dukung Asta Cita
Jakarta, TribunNusantara.web.id | Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengajak Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI) untuk meningkatkan sinergi dan kolaborasi dalam mendukung implementasi program Asta Cita yang menjadi arah pembangunan nasional. Ajakan tersebut disampaikan pada Musyawarah Nasional (Munas) IX IARMI yang berlangsung di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat (21/11/2025).
Dalam sambutannya, Bima menyebut bahwa Indonesia tengah berada pada momentum strategis untuk melakukan lompatan menuju negara maju. Sejumlah lembaga internasional bahkan memproyeksikan Indonesia sebagai salah satu dari lima negara dengan ekonomi terkuat di dunia dalam dua dekade mendatang.
“Kita akan menjadi negara maju dalam waktu 20 tahun. Namun syaratnya dua, Bapak-Ibu sekalian,” tegas Bima.
Dua Syarat Menuju Negara Maju
Bima menjelaskan bahwa syarat pertama adalah kemampuan Indonesia untuk keluar dari jebakan pendapatan menengah. Banyak negara mampu naik dari kategori berpendapatan rendah ke menengah, namun tidak dapat melompat ke pendapatan tinggi.
“Kalau kita gagal keluar dari jebakan kelas menengah ini, maka kita akan berputar-putar di situ dalam waktu yang cukup lama,” jelasnya.
Syarat kedua adalah memaksimalkan bonus demografi. Indonesia saat ini didominasi penduduk usia produktif sehingga perlu menyiapkan generasi muda agar mampu mendorong transformasi bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Asta Cita sebagai Panduan Transformasi
Menurut Bima, program Asta Cita mencakup upaya penguatan pendidikan dan teknologi melalui berbagai inisiatif seperti Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda. Program ini menekankan pentingnya menyiapkan SDM unggul serta meningkatkan produktivitas sektor-sektor strategis.
Ia juga menilai bahwa Asta Cita dapat dirangkum dalam dua tema besar:
1. Pendidikan dan teknologi,
2. Pemerintahan yang efektif.
Moto IARMI, “Widya Castrena Dharma Siddha” yang bermakna penyempurnaan pengabdian dengan ilmu pengetahuan dan keprajuritan, menurutnya sangat selaras dengan dua fokus tersebut.
IARMI Didorong Perkuat Sinergi Nasional
Bima menyampaikan bahwa pemerintahan yang efektif merupakan cita-cita Presiden Prabowo Subianto, salah satunya melalui agenda retret kepala daerah yang berfokus pada peningkatan efektivitas birokrasi serta efisiensi anggaran.
Bima melihat IARMI memiliki peran strategis dalam pengembangan kepemimpinan dan pembinaan karakter, terutama bagi generasi muda.
Ia membayangkan dua bentuk sinergi utama:
1. Sinergi IARMI dengan birokrasi, perguruan tinggi, dan dunia usaha untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan serta penguasaan teknologi.
2. Pembinaan generasi Z sebagai calon pemimpin Indonesia pada 2045, mulai dari kepala daerah hingga presiden, dengan Menwa sebagai motor penggeraknya.
“Jika IARMI bersinergi dengan Kemendagri, kementerian lain, dan para rektor untuk menggembleng talenta kepemimpinan mahasiswa, maka kita pastikan mereka siap menggantikan kita 20 tahun mendatang,” pungkasnya.
Puspen Kemendagri








































Komentar via Facebook