Wamendagri Sentil Kampus: Jangan Cuma Produksi Teori, Bonus Demografi Bisa Jadi Bencana

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 17 April 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Wamendagri Sentil Kampus: Jangan Cuma Produksi Teori, Bonus Demografi Bisa Jadi Bencana

Wamendagri Sentil Kampus: Jangan Cuma Produksi Teori, Bonus Demografi Bisa Jadi Bencana

Lampung, Tribunnusantara-web.id Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, melontarkan peringatan keras kepada dunia perguruan tinggi: berhenti nyaman di menara gading, atau Indonesia berisiko gagal memanfaatkan bonus demografi.

Dalam forum akademik di Universitas Lampung, Bima menegaskan bahwa bonus demografi bukan sekadar peluang, melainkan ujian yang bisa berubah menjadi beban jika tidak dikelola serius.

“Banyak yang tidak sadar, momentum ini terbatas. Kalau gagal, kita hanya akan menambah jumlah pengangguran terdidik,” sindirnya.

Alih-alih menjadi motor perubahan, kampus dinilai masih terlalu sibuk dengan teori dan minim kontribusi nyata terhadap kebijakan publik. Padahal, menurutnya, perguruan tinggi seharusnya menjadi pusat data, riset, dan solusi konkret bagi negara.

Di sisi lain, pemerintah juga tidak luput dari kritik.      

Bima mengakui lemahnya sinkronisasi kebijakan, minimnya pemanfaatan riset dalam pengambilan keputusan, serta ketimpangan fiskal daerah yang terus dibiarkan menjadi penghambat utama.

Ia mengingatkan, mimpi besar menjadikan Indonesia sebagai salah satu kekuatan ekonomi dunia dalam dua dekade ke depan bukan sesuatu yang otomatis terjadi.                              

Tanpa pembenahan serius, Indonesia berpotensi terjebak selamanya dalam status negara berpendapatan menengah.

“Jangan sampai kita sibuk bicara Indonesia Emas, tapi fondasinya rapuh,” tegasnya.

Bima juga menyoroti tren pembangunan yang kerap bersifat simbolik dan penuh gimmick, alih-alih berbasis data dan berdampak nyata.

Ia mendesak kampus untuk mengambil peran lebih berani, termasuk dalam mencetak generasi dengan kepemimpinan berkelanjutan, bukan sekadar lulusan yang siap kerja.

Pesannya jelas: tanpa kolaborasi nyata antara pemerintah dan dunia akademik, bonus demografi bukan akan menjadi berkah—melainkan ancaman serius bagi masa depan bangsa."pungkasnya.

"Elang"