Warga Desak Aparat Usut Dugaan Ketidaktransparanan Dana MTQ XXX Papua di Mimika

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 30 April 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Warga Desak Aparat Usut Dugaan Ketidaktransparanan Dana MTQ XXX Papua di Mimika

Warga Desak Aparat Usut Dugaan Ketidaktransparanan Dana MTQ XXX Papua di Mimika

Mimika, Tribunnusanatara-web.id Sorotan publik menguat terhadap pengelolaan anggaran kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXX Tingkat Provinsi se-Tanah Papua yang digelar di Kabupaten Mimika tahun 2024. Masyarakat mendesak aparat penegak hukum turun tangan menyelidiki dugaan ketidaktransparanan dalam penggunaan dana kegiatan yang disebut mencapai sekitar Rp50 miliar.30/04/2026

Hingga hampir dua tahun sejak kegiatan berlangsung pada 20–30 Juni 2024, laporan pertanggungjawaban resmi panitia belum dipublikasikan secara terbuka, sehingga memicu pertanyaan publik terkait transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, dana kegiatan bersumber dari berbagai pihak, di antaranya hibah Pemerintah Kabupaten Mimika sebesar Rp15 miliar, tambahan Rp2,5 miliar dari Badan Kesbangpol, serta dukungan dari LPTQ Provinsi Papua, PT Freeport Indonesia, Bank Papua, BUMN, perusahaan swasta, dan sejumlah donatur lainnya.

Namun, hingga saat ini rincian penggunaan dana tersebut belum dijelaskan secara terbuka kepada publik. Kondisi ini memunculkan berbagai spekulasi dan pertanyaan dari masyarakat terkait pengelolaan anggaran kegiatan berskala besar tersebut.

Kegiatan MTQ XXX sendiri berada di bawah tanggung jawab Ketua Umum Johannes Rettob, Ketua Panitia Pelaksana Dwi Cholifah, serta sejumlah koordinator bidang lainnya.

Sejumlah warga menilai, penggunaan dana publik dalam jumlah besar seharusnya disertai dengan laporan yang jelas, transparan, dan dapat diakses masyarakat. Minimnya keterbukaan tersebut dinilai telah menimbulkan ketidakpercayaan publik.

“Ini menyangkut uang negara dan dana publik. Harus ada keterbukaan penuh agar tidak menimbulkan kecurigaan,” ujar salah satu perwakilan warga.

Atas kondisi tersebut, masyarakat mendesak agar aparat penegak hukum, termasuk Kejaksaan dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), melakukan audit serta penyelidikan terhadap pengelolaan dana MTQ XXX di Mimika.

Mereka juga meminta pihak panitia segera memberikan klarifikasi resmi dan membuka laporan pertanggungjawaban secara transparan kepada publik.

Hingga berita ini diturunkan, pihak panitia belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan transparansi maupun laporan penggunaan anggaran tersebut.

Desakan publik kini semakin menguat agar proses klarifikasi dan audit dilakukan secara menyeluruh guna memastikan tidak adanya penyimpangan dalam pengelolaan dana kegiatan tersebut.

"Elang'