Widya Pratiwi Salurkan Santunan untuk Korban dan 80 KK Pengungsi Ohoi Danar
Langgur, TribunNusantara.web.id | Suasana haru menyelimuti Ohoi Mar, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara, Senin sore, 30 Maret 2026. Di tengah warga yang masih bertahan di pengungsian pascabencana sosial di Ohoi Danar, bantuan tunai dan santunan disalurkan kepada keluarga korban meninggal dunia serta 80 kepala keluarga yang terdampak.
Anggota Komisi III DPR RI daerah pemilihan Maluku, Widya Pratiwi Murad, menyerahkan santunan kepada ayah korban meninggal dunia dan bantuan uang tunai bagi para pengungsi. Penyaluran dilakukan melalui struktur Partai Amanat Nasional (PAN) di tingkat provinsi dan kabupaten.
Ketua DPD PAN Maluku Tenggara, Yohanis Bosco Rahawarin, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk empati terhadap warga yang tengah menghadapi situasi sulit.
“Ini bentuk kepedulian Ibu Widya dan keluarga besar PAN kepada masyarakat yang sedang berduka. Kami berharap santunan ini dapat sedikit meringankan beban keluarga korban dan warga di pengungsian,” ujar Bosco di sela kegiatan.
Menurut dia, kehadiran partai politik di tengah masyarakat semestinya tak berhenti pada agenda elektoral. Dalam situasi krisis sosial, solidaritas dan dukungan moril, kata Bosco, menjadi bagian dari tanggung jawab kemanusiaan.
Bantuan tunai diberikan untuk membantu kebutuhan mendesak para pengungsi yang hingga kini masih bertahan di Ohoi Mar. Sejumlah warga terlihat mengantre dengan tertib saat penyaluran berlangsung, sementara aparat kepolisian dan perangkat desa turut mendampingi guna memastikan kegiatan berjalan aman.
Selain Bosco, hadir pula anggota Fraksi PAN DPRD Maluku Tenggara, Dr. Martina Refo dan Fredigandus Kaanubun. Kapolsek Kei Kecil Timur Selatan, sekretaris desa, serta perangkat Ohoi Mar ikut menyaksikan penyerahan bantuan tersebut.
Peristiwa sosial yang terjadi di Ohoi Danar sebelumnya memaksa puluhan keluarga mengungsi demi alasan keamanan. Hingga kini, sebagian warga masih memilih bertahan di lokasi pengungsian sembari menunggu situasi benar-benar kondusif.
Bosco berharap kondisi sosial kemasyarakatan segera pulih agar warga dapat kembali menjalani aktivitas seperti sediakala. “Yang paling penting sekarang adalah menjaga suasana tetap aman dan damai. Kami berharap masyarakat bisa segera bangkit,” katanya.
Di tengah keterbatasan yang dihadapi warga terdampak, bantuan tersebut diharapkan menjadi penopang awal bagi proses pemulihan. Namun lebih dari itu, kehadiran para wakil rakyat dan aparat di lokasi pengungsian menjadi pesan simbolik bahwa warga tidak sepenuhnya sendiri menghadapi situasi sulit tersebut.








































Komentar via Facebook