Wisuda Polikant ke-XXI, Lulusan Ditantang Jadi SDM Unggul dan Profesional
Wisuda Polikant ke-XXI, Lulusan Ditantang Jadi SDM Unggul dan Profesional
MALUKU TENGGARA Tribunnusantara-web.id — Sebanyak 141 wisudawan dan wisudawati Politeknik Perikanan Negeri Tual (Polikant) mengikuti Wisuda Ahli Madya dan Sarjana Terapan ke-XXI Tahun Akademik 2026/2027 di Gedung Serba Guna Larvul Ngabal, Kelurahan Ohoijang Watdek, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, Sabtu (26/9/2026).
Mengusung tema “Pesona Indonesia Timur”, prosesi wisuda menjadi momentum penting bagi para lulusan untuk memasuki dunia kerja sekaligus membuktikan kompetensi yang diperoleh selama menempuh pendidikan vokasi.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Maluku Tenggara Charlos Viali Rahantoknam, S.H., M.Si., Wakil Wali Kota Tual H. Amir Rumra, S.Pi., M.Si., Direktur Politeknik Perikanan Negeri Tual Dr. Usnan Madubun, S.Pi., M.Si., serta unsur TNI-Polri dan para orang tua maupun wali wisudawan.
Lulusan Tidak Boleh Berhenti pada Gelar
Direktur Politeknik Perikanan Negeri Tual, Dr. Usnan Madubun, dalam pidatonya menegaskan bahwa pendidikan tinggi, khususnya pendidikan vokasi, memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pembangunan.
Ia menyampaikan apresiasi kepada para dosen, tenaga kependidikan, orang tua, serta seluruh pihak yang telah mendukung proses pendidikan hingga para mahasiswa mencapai tahap wisuda.
Para lulusan juga diingatkan agar ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama berada di bangku pendidikan tidak berhenti pada pencapaian gelar.
Lulusan dituntut mampu menjadi tenaga profesional, berintegritas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, daerah maupun negara.
Hal ini menjadi penting karena sektor kelautan dan perikanan membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis, kemampuan beradaptasi dan kesiapan menghadapi perkembangan teknologi serta kebutuhan dunia kerja.
Wakil Wali Kota Tual: Generasi Muda Harus Mendapat Ruang
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tual H. Amir Rumra menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia dalam menghadapi tantangan pembangunan.
Menurutnya, generasi muda merupakan penerus bangsa yang membutuhkan pendidikan, pembinaan serta kesempatan untuk berkembang.
Ia juga menekankan bahwa berbagai program pemerintah harus benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan dilaksanakan secara tepat sasaran berdasarkan kondisi nyata di lapangan.
Kolaborasi pemerintah, masyarakat dan dunia usaha dinilai penting untuk menciptakan ruang bagi generasi muda agar dapat berperan dalam pembangunan.
Wakil Bupati Maluku Tenggara: Wisuda Bukan Akhir Perjalanan
Pesan serupa disampaikan Wakil Bupati Maluku Tenggara Charlos Viali Rahantoknam.
Ia memberikan apresiasi kepada pimpinan, dosen dan tenaga kependidikan Polikant yang telah berkontribusi dalam mencetak lulusan di bidang kelautan dan perikanan.
Menurutnya, politeknik mempunyai posisi strategis karena pendidikan vokasi diarahkan untuk menghasilkan tenaga terampil dan siap menghadapi kebutuhan dunia kerja.
Para lulusan, khususnya putra-putri Indonesia Timur, diharapkan mampu menjadi sumber daya manusia yang cakap, berkualitas dan memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah.
“Wisuda bukan akhir dari perjalanan. Justru ini menjadi awal untuk menghadapi tantangan yang lebih luas di tengah masyarakat dan dunia kerja.”
Para lulusan ditantang untuk terus meningkatkan kompetensi, mampu beradaptasi terhadap perubahan zaman dan memberikan kontribusi konkret bagi masyarakat.
141 Lulusan Hadapi Tantangan Dunia Kerja
Sebanyak 141 lulusan kini menghadapi babak baru setelah menyelesaikan pendidikan di Politeknik Perikanan Negeri Tual.
Tantangan terbesar setelah wisuda adalah bagaimana pengetahuan dan keterampilan tersebut dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan pembangunan.
Dengan potensi kelautan dan perikanan yang besar di kawasan Maluku dan Indonesia Timur, kebutuhan terhadap tenaga profesional di sektor tersebut juga menjadi semakin penting.
Karena itu, lulusan Polikant diharapkan tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menjadi pelaku usaha, inovator, tenaga profesional maupun penggerak pembangunan sektor kelautan dan perikanan.
Landasan Pendidikan Tinggi
Penyelenggaraan pendidikan tinggi di Indonesia memiliki dasar antara lain Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.
Kedua regulasi tersebut menjadi bagian dari kerangka hukum penyelenggaraan pendidikan nasional dan pendidikan tinggi, termasuk pengembangan kompetensi peserta didik serta kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan.
Sementara itu, pengembangan sumber daya manusia di sektor kelautan dan perikanan juga berkaitan dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudi Daya Ikan, dan Petambak Garam.
Berlangsung Aman dan Lancar
Rangkaian wisuda meliputi prosesi Senat, pembukaan rapat Senat, pidato Direktur, sambutan pemerintah daerah, prosesi wisuda dan pelantikan, pembacaan janji wisudawan, pemberian penghargaan kepada wisudawan terbaik hingga penutupan rapat Senat.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIT tersebut berakhir sekitar 11.40 WIT.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib dan lancar.
Kini tantangannya bukan lagi sekadar mendapatkan gelar, tetapi membuktikan bahwa lulusan Polikant mampu menjadi SDM unggul, profesional, berintegritas dan siap mengabdi bagi kemajuan kelautan dan perikanan Indonesia Timur.
Editor: Bruce Elang








































Komentar via Facebook