WORKSHOP MASTER OF CEREMONY DI MIMIKA: OPD DIDORONG LEBIH MANDIRI, PROTOKOL PERKUAT KOMPETENSI DAN KOLABORASI
TIMIKA, Tribunnusantara-web.id Pemerintah Kabupaten Mimika terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur melalui kegiatan workshop Master of Ceremony (MC) yang digelar di Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika.
Kegiatan tersebut melibatkan peserta dari berbagai unsur, mulai dari organisasi masyarakat OPD,kantor vertikal,BUMN,tingkat distrik,kelurahan dan kampung., hingga jajaran protokol. Workshop ini difokuskan pada peningkatan kemampuan peserta dalam membawakan acara formal secara profesional, komunikatif, terstruktur, dan berwibawa.
Fatima Silubun, salah satu pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan, baik saat menerima materi maupun ketika menjalani praktik menjadi seorang MC.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk membangun kemandirian setiap OPD dan organisasi dalam menyelenggarakan berbagai agenda resmi.
Salah satu keunggulan workshop ini adalah hadirnya narasumber yang memiliki pengalaman panjang di lingkungan Istana Kepresidenan. Narasumber tersebut disebut memiliki pengalaman sebagai protokol yang mendampingi hingga enam Presiden Republik Indonesia, sehingga materi yang diberikan tidak hanya berbasis teori, tetapi juga pengalaman nyata dalam menangani acara-acara kenegaraan dan formal.
“Beliau memiliki pengalaman sebagai protokol di Istana Kepresidenan dan sudah mendampingi enam Presiden. Hari ini beliau membagikan ilmu dan pengalamannya kepada kami semua di Kabupaten Mimika,” ujar Fatima.
Ia menjelaskan, kemampuan menjadi MC bukan hanya tentang membaca susunan acara, tetapi juga membutuhkan keterampilan komunikasi, penguasaan panggung, kemampuan berbicara di depan publik, serta kesiapan menghadapi berbagai situasi dalam sebuah kegiatan.
-OPD Didorong Tidak Lagi Bergantung pada Protokol
Workshop ini juga diarahkan untuk mengubah pola kerja penyelenggaraan acara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika.
Ke depan, setiap OPD diharapkan mampu menyiapkan petugas MC dan perangkat acara secara mandiri. Sementara jajaran protokol pemerintah daerah akan lebih berperan sebagai pendamping dan memberikan arahan ketika dibutuhkan.
Dengan pola tersebut, beban kerja protokol dapat lebih terdistribusi sekaligus meningkatkan kapasitas aparatur di masing-masing OPD.
“Harapannya, ke depan kami tidak terlalu sibuk dan repot membantu teman-teman di berbagai OPD. Kita akan berkolaborasi dan bekerja sama. Protokol melakukan pendampingan, sementara pelaksanaan rangkaian kegiatan menjadi tanggung jawab OPD yang bersangkutan,” jelasnya.
Implementasi pola tersebut direncanakan mulai berjalan pada Senin mendatang. Setiap OPD yang menjadi penanggung jawab kegiatan diharapkan dapat menyiapkan seluruh petugas yang diperlukan, mulai dari MC, pembawa doa, hingga perangkat pendukung lainnya.
Langkah tersebut sejalan dengan harapan Bupati Mimika agar kegiatan peningkatan kapasitas aparatur tidak berhenti sebatas seremonial atau mengejar kuantitas peserta, tetapi benar-benar menghasilkan perubahan dalam pelaksanaan tugas pemerintahan.
-Bukan Sekadar Pelatihan, Tetapi Investasi SDM
Fatima menegaskan, workshop MC tidak boleh berhenti setelah kegiatan ditutup. Peserta diharapkan terus berlatih dan mengembangkan kemampuan komunikasi serta public speaking.
Ia mengakui bahwa sebagian peserta merupakan pemula. Namun, kemampuan mereka ketika mengikuti sesi praktik menunjukkan perkembangan yang cukup baik.
“Dalam praktik tadi ada yang masih pemula, tetapi sudah sangat baik ketika mempraktikkan tugas sebagai MC. Kami berharap setelah kegiatan ini semuanya terus belajar, karena di sini tidak ada yang merasa paling pintar atau paling mengerti. Kita sama-sama belajar dan saling berbagi,” katanya.
Menurutnya, peningkatan kemampuan tersebut pada akhirnya akan memberikan dampak langsung terhadap kualitas penyelenggaraan kegiatan pemerintahan maupun organisasi di Kabupaten Mimika.
Peserta juga memperoleh sertifikat sebagai bentuk apresiasi dan bukti telah mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas tersebut. Sertifikat workshop yang dilaksanakan di Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika ditandatangani oleh Bupati Mimika, sementara sertifikat kegiatan sebelumnya melibatkan lembaga penyelenggara terkait.
-Membangun Aparatur yang Percaya Diri dan Profesional
Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan aparatur yang tidak hanya mampu menjalankan tugas administratif, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi publik yang baik.
Kemandirian OPD dalam menyelenggarakan acara dinilai menjadi bagian penting dari penguatan tata kelola pemerintahan. Dengan aparatur yang mampu menjadi MC, berbicara di depan publik, dan mengelola acara secara profesional, penyelenggaraan kegiatan resmi di lingkungan Pemkab Mimika diharapkan semakin efektif dan berkualitas.
“Harapannya ke depan kita tidak lagi bergantung kepada orang lain. Kita mampu mengaktualisasikan diri melalui materi yang sudah diberikan oleh pemateri hari ini, sehingga kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan masing-masing OPD maupun organisasi dapat mereka jalankan sendiri secara profesional,” pungkas Fatima.
Workshop tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa peningkatan kualitas pelayanan pemerintahan tidak hanya dibangun melalui kebijakan dan program, tetapi juga melalui peningkatan kapasitas manusia yang menjalankannya.
Penulis:machel rahawarin
Editor: Halima Rehatta








































Komentar via Facebook