Yan Mandenas Kecam Pembakaran Mahkota Cenderawasih: “Tindakan BBKSDA Papua Itu Melecehkan Martabat Orang Asli Papua”

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 23 Oktober 2025

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Yan Mandenas Kecam Pembakaran Mahkota Cenderawasih: “Tindakan BBKSDA Papua Itu Melecehkan Martabat Orang Asli Papua”

Jakarta, TribunNusantara.web.id |  Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Papua, Yan Permenas Mandenas, mengecam keras tindakan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua yang membakar sejumlah mahkota Cenderawasih, benda adat yang memiliki nilai sakral bagi masyarakat Papua.

Menurut Mandenas, langkah penertiban terhadap kepemilikan atribut yang terbuat dari satwa dilindungi memang perlu dilakukan, namun tindakan pembakaran dinilainya sebagai bentuk pelecehan terhadap budaya dan identitas orang asli Papua (OAP).

“Langkah penertiban saya dukung. Tapi membakar mahkota Cenderawasih itu tidak pantas. Itu bentuk pelecehan terhadap adat dan budaya orang Papua,” tegas Mandenas dalam keterangan persnya di Jakarta, Selasa (21/10/2025).

Politikus Partai Gerindra itu menjelaskan, mahkota Cenderawasih bukan sekadar hiasan, melainkan simbol kehormatan dan identitas suku-suku di Tanah Papua.

Mahkota tersebut biasanya dikenakan oleh para pemimpin adat dalam upacara tradisional, tarian perang, hingga penyambutan tamu kehormatan, termasuk presiden dan tokoh dunia.

“Mahkota Cenderawasih itu sakral. Ia adalah simbol martabat orang Papua. Membakarnya sama saja menginjak kehormatan kami,” ujar mantan anggota DPR Papua itu dengan nada tegas.

Mandenas mendukung upaya pelarangan perburuan burung Cenderawasih sebagai satwa endemik yang harus dilindungi, namun ia menegaskan bahwa penegakan hukum lingkungan tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan nilai adat.

“Mahkota Cenderawasih harusnya dimuseumkan, bukan dimusnahkan. Di situ ada sejarah, ada kebanggaan, ada identitas orang Papua,” ujarnya.

Lebih jauh, Mandenas menuntut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk segera mengevaluasi dan memberikan sanksi tegas kepada pejabat BBKSDA Papua yang terlibat dalam tindakan tersebut.

“Saya minta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan memberhentikan Kepala BBKSDA Papua. Bila perlu, dimutasi ke luar Papua. Karena mereka tidak memahami nilai sakral dari mahkota Cenderawasih,” katanya.

Mandenas menegaskan akan membawa kasus ini ke parlemen bila pemerintah pusat tidak segera turun tangan.

“Sebagai wakil rakyat Papua, saya akan suarakan ini lebih keras di DPR. Pemerintah harus peka, jangan biarkan tindakan seperti ini menyinggung perasaan dan harga diri orang Papua,” tuturnya.

Menutup pernyataannya, Mandenas melontarkan kritik tajam terhadap pihak yang terlibat dalam pembakaran mahkota Cenderawasih.

“Kalau kamu orang Papua asli, berkulit hitam dan berambut keriting, lalu ikut bakar simbol kehormatanmu sendiri, di mana rasa malu dan harga dirimu sebagai orang Papua?” sindirnya.