Yayasan Sa Noken Bangun Taman Baca di Mimika, Dorong Literasi Generasi Muda Papua

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 28 April 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Yayasan Sa Noken Bangun Taman Baca di Mimika, Dorong Literasi Generasi Muda Papua

Yayasan Sa Noken Bangun Taman Baca di Mimika, Dorong Literasi Generasi Muda Papua

Mimika, Tribunnusantara-web.id Yayasan Sa Noken terus menunjukkan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia (SDM) di Papua melalui program sosial dan pendidikan.                      

Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah pembangunan Taman Baca Sa Noken di Kabupaten Mimika.

Program tersebut terlaksana berkat dukungan dari Pemerintah Distrik Mimika Baru yang memberikan ruang bagi yayasan untuk mengelola lahan menjadi taman baca terbuka.      

Proses pembangunan dilakukan secara gotong royong oleh para relawan, mulai dari pembersihan lahan hingga penataan ruang belajar yang ramah masyarakat.

Founder Yayasan Sa Noken, Hefron Tabuni, mengatakan bahwa pembangunan taman baca ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan minat baca sekaligus membentuk karakter generasi muda Papua.

“Kami memiliki semangat dan program, namun seringkali terbatas pada dukungan. Kesempatan dari pemerintah distrik ini sangat berarti untuk menghadirkan ruang belajar bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Hefron, pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada infrastruktur, tetapi juga kesiapan manusianya. Ia menilai literasi menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi yang berdaya saing.

“Membangun Papua tidak harus dimulai dari gedung-gedung tinggi. Yang terpenting adalah membangun manusianya terlebih dahulu,” tegasnya.

Sementara itu, Yulita Kudiai dari Dinas Sosial Kabupaten Mimika mengapresiasi inisiatif yang dilakukan Yayasan Sa Noken.                

Ia menilai gerakan yang lahir dari kepedulian anak muda tersebut merupakan contoh nyata kontribusi masyarakat dalam pembangunan sosial.

“Mereka memulai dari tidak ada menjadi ada. Ini adalah contoh anak muda yang kreatif dan peduli lingkungan. Kami tentu mendukung penuh,” ungkapnya.

Dengan hadirnya Taman Baca Sa Noken, masyarakat—khususnya anak-anak dan remaja—diharapkan memiliki akses terhadap ruang belajar yang terbuka, kreatif, dan inklusif. Inisiatif ini juga menjadi bukti bahwa perubahan dapat dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.

“JF”