Yosep Temorubun: Mimika Butuh Solusi,Bukan Isu Liar

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 24 Juli 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Yosep Temorubun: Mimika Butuh Solusi,Bukan Isu Liar

Yosep Temorubun: Mimika Butuh Solusi,Bukan Isu Liar

TIMIKA, Papua Tengah Tribunnusantara-web.id – Wakil Ketua Bidang Hukum dan Advokasi DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mimika, Yosep Temorubun, S.H., angkat bicara menanggapi berbagai narasi dan isu yang berkembang di tengah masyarakat terkait aktivitas perjalanan dinas Bupati Mimika ke luar daerah.

Menurut Yosep, kritik terhadap pemerintah merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Namun, kritik harus dibangun di atas data, fakta, dan argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan berdasarkan asumsi, opini sepihak, maupun kepentingan politik.

Ia menilai anggapan yang menyebut Pemerintah Kabupaten Mimika lebih banyak berada di luar daerah dibanding menjalankan pemerintahan di Mimika tidak dapat dibenarkan apabila tidak didukung bukti yang jelas.24/07/2026

"Dalam negara demokrasi, setiap warga negara berhak menyampaikan kritik. Namun kritik yang baik adalah kritik yang berbasis data, fakta, dan disampaikan secara objektif, bukan dibangun dari asumsi yang dapat menyesatkan opini publik," tegas Yosep.

Menurutnya, perjalanan dinas kepala daerah merupakan bagian dari pelaksanaan tugas pemerintahan yang memiliki dasar hukum dan bertujuan memperjuangkan kepentingan daerah, termasuk melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat, kementerian, maupun lembaga negara guna memperoleh dukungan program dan anggaran pembangunan.

Ia menjelaskan bahwa kehadiran kepala daerah di Jakarta maupun daerah lain tidak serta-merta dapat dimaknai sebagai bentuk pengabaian terhadap masyarakat.

"Sering kali kunjungan kerja dilakukan untuk memperjuangkan program strategis, mencari dukungan anggaran, membangun koordinasi lintas kementerian, serta memastikan berbagai kepentingan Kabupaten Mimika mendapat perhatian pemerintah pusat," katanya.

Yosep mengingatkan agar ruang publik tidak dipenuhi informasi yang belum terverifikasi karena berpotensi membentuk persepsi yang keliru di tengah masyarakat.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga budaya demokrasi yang sehat dengan mengedepankan kritik yang konstruktif, objektif, dan disertai solusi.

"Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Namun jangan sampai kritik berubah menjadi opini yang tidak berdasar atau bahkan mengarah pada pembentukan persepsi tanpa bukti. Yang dibutuhkan masyarakat adalah masukan yang membangun demi kemajuan Mimika," ujarnya.

Yosep menegaskan bahwa semua pihak memiliki tanggung jawab untuk mengawal jalannya pemerintahan secara kritis namun tetap mengedepankan etika, objektivitas, dan kepentingan masyarakat luas.

Hingga berita ini diterbitkan, pernyataan Yosep Temorubun merupakan tanggapan atas isu yang berkembang di ruang publik. Pihak-pihak lain yang memiliki pandangan berbeda tetap memiliki hak untuk menyampaikan pendapat dan klarifikasi sesuai prinsip pemberitaan yang berimbang.

Penulis: Gunawan F

Editor: Bruce Elang