Yowan: Trofi Nasional Harus Jadi Bukti UMKM Mimika Naik Kelas, Bukan Sekadar Simbol
Yowan: Trofi Nasional Harus Jadi Bukti UMKM Mimika Naik Kelas, Bukan Sekadar Simbol
TIMIKA Tribunnusantara-web.id — Prestasi produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kabupaten Mimika yang mampu tampil dan meraih penghargaan di tingkat nasional mendapat apresiasi dari politisi anak asli Papua, Yohanis Wantik (Yowan).11/9/26
Menurut Yowan, capaian tersebut harus menjadi kebanggaan bersama sekaligus momentum bagi Pemerintah Kabupaten Mimika di bawah kepemimpinan Bupati Johannes Rettob (Joel) untuk semakin memperkuat pembinaan terhadap pelaku UMKM, baik Orang Asli Papua (OAP) maupun non-OAP, secara adil, transparan dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Semoga Pemda Mimika di bawah kepemimpinan Bapak Bupati Joel terus memberikan dukungan kepada para pelaku UMKM, baik OAP maupun non-OAP. Prestasi ini harus kita jadikan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas produk lokal Mimika,” kata Yowan.»
Trofi Nasional Bukan Sekadar Pajangan
Yowan menilai penghargaan yang diraih produk Mimika di tingkat nasional merupakan sinyal bahwa kualitas dan kreativitas pelaku UMKM daerah mulai mendapat pengakuan di luar Papua.
Menurutnya, ketika produk lokal mampu tampil di panggung nasional dan membawa pulang trofi, hal itu menunjukkan bahwa pelaku UMKM Mimika memiliki potensi untuk bersaing apabila mendapatkan pembinaan, pendampingan dan akses pasar yang memadai.
“Hasil produk Mimika sudah tampil di kancah nasional dan memperoleh trofi. Ini harus kita lihat sebagai bentuk pengakuan bahwa produk daerah kita memiliki kualitas dan mampu bersaing,” ujar Yowan.»
Namun, ia mengingatkan agar keberhasilan tersebut tidak berhenti pada seremoni atau sekadar menjadi pajangan di kantor pemerintah.
Menurut Yowan, ukuran keberhasilan pembangunan UMKM seharusnya juga terlihat dari meningkatnya jumlah pelaku usaha yang naik kelas, bertambahnya akses pasar, meningkatnya omzet, terbukanya lapangan kerja serta semakin banyaknya produk lokal yang mampu menembus pasar nasional.
OAP Harus Mendapat Ruang Sesuai Aturan
Yowan secara khusus berharap pengembangan UMKM di Mimika juga memberikan ruang yang kuat bagi pelaku usaha OAP.
Ia menegaskan, keberpihakan kepada OAP bukan berarti mengabaikan pelaku usaha non-OAP. Sebaliknya, pemerintah harus menjalankan kebijakan berdasarkan aturan, data yang akurat, transparansi serta prinsip keadilan.
Hal tersebut sejalan dengan kebijakan nasional mengenai pemberdayaan UMKM serta kekhususan Papua. PP Nomor 106 Tahun 2021 mengatur pemberdayaan UMKM OAP antara lain melalui pendataan, kemitraan, kemudahan perizinan, penguatan kelembagaan, peluang usaha dan kemudahan akses pembiayaan. Regulasi tersebut juga mendorong UMKM OAP menjadi penyedia dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Di tingkat Kabupaten Mimika, pemerintah daerah juga telah menyosialisasikan Perda Nomor 4 Tahun 2024 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan UMKM OAP kepada pelaku usaha. Pemerintah menekankan bahwa penerapan perda harus dipahami dengan baik agar pelaksanaannya tidak menimbulkan gesekan di lapangan.
Karena itu, Yowan berharap pemerintah tidak hanya memberikan penghargaan kepada produk yang sudah berhasil, tetapi juga membangun ekosistem usaha yang memungkinkan lebih banyak UMKM lokal berkembang.
“Kalau Dibina Serius, Trofi Bisa Bertambah”
Yowan optimistis prestasi tersebut bukan akhir perjalanan.
Ia bahkan membayangkan Mimika ke depan tidak hanya membawa satu atau dua penghargaan, tetapi mampu menghasilkan banyak produk unggulan yang secara konsisten bersaing di tingkat nasional.
“Kalau UMKM kita dibina dengan serius, diberikan akses pasar, pendampingan dan kesempatan yang sama sesuai aturan, saya yakin ke depan trofi yang kita peroleh bisa semakin banyak. Yang penting bukan mengejar pialanya, tetapi membangun kualitas produknya,” katanya.»
Ia juga mengingatkan agar pemerintah memiliki data UMKM yang jelas dan terukur, terutama terkait jumlah UMKM OAP yang aktif, jenis usaha, kapasitas produksi, legalitas, kebutuhan pembiayaan, serta sejauh mana mereka mendapatkan pembinaan pemerintah.
Dengan data yang akurat, kata dia, program pemerintah akan lebih tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
“Amolongo” untuk Produk Lokal Mimika
Yowan mengajak seluruh masyarakat Mimika memberikan dukungan terhadap pelaku UMKM lokal yang sedang berjuang membawa nama daerah ke tingkat nasional.
Menurutnya, prestasi produk lokal harus menjadi kebanggaan bersama tanpa membedakan latar belakang pelaku usaha, sepanjang kegiatan usahanya berjalan sesuai aturan.
“Kita harus bangga. Produk Mimika sudah tampil di kancah nasional dan mendapatkan trofi. Ini bukan hanya kebanggaan pemerintah, tetapi kebanggaan masyarakat Mimika. Tinggal bagaimana prestasi ini kita jaga dan terus kita tingkatkan,” tegasnya.»
Ia berharap kepemimpinan Bupati Johannes Rettob bersama jajaran Pemkab Mimika dapat menjadikan pengembangan UMKM sebagai salah satu kekuatan ekonomi masyarakat, dengan tetap mengedepankan kepastian hukum, transparansi, pembinaan, persaingan sehat dan keberpihakan kepada OAP sesuai amanat regulasi.
“Amolongo.”
Editor: Bruce Elang








































Komentar via Facebook