YP2M3F dan Pemkab Fakfak Percepat Kapala Emas: 150 Hektare Pala Siap Digarap, Fondasi Hilirisasi 1.000 Hektare Diperkuat

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 24 Februari 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

YP2M3F dan Pemkab Fakfak Percepat Kapala Emas: 150 Hektare Pala Siap Digarap, Fondasi Hilirisasi 1.000 Hektare Diperkuat

Fakfak, TribunNusantara.web.id | Upaya mempercepat realisasi Program Strategis Pala Unggul Kawasan Pala Ekonomi Masyarakat Sejahtera (Kapala Emas) kian konkret. Yayasan Pemberdayaan dan Pengembangan Masyarakat Mbaham Matta Fakfak (YP2M3F) menandatangani nota kesepahaman dengan Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Perkebunan untuk memperkuat pendataan dan pendampingan program pengembangan pala unggul.

Kerja sama ini menjadi bagian dari implementasi visi Fakfak Membara (Membangun Bersama Rakyat) yang menempatkan komoditas pala sebagai penggerak ekonomi daerah. Fokus awal diarahkan pada intervensi perluasan tanaman pala seluas 150 hektare, melibatkan kelompok pekebun di sejumlah distrik di Kabupaten Fakfak.

Langkah tersebut dinilai krusial untuk memastikan kesiapan data, ketepatan sasaran penerima manfaat, serta efektivitas pelaksanaan program di lapangan. Melalui sinergi ini, proses pendataan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) diharapkan berjalan lebih cepat, akurat, dan terverifikasi, sehingga menopang perencanaan teknis, pendampingan berkelanjutan, hingga pengawasan program secara sistematis.

Ketua YP2M3F, Alfa Timer Rohrohmana, menegaskan bahwa keterlibatan yayasan bukan sekadar dukungan administratif, melainkan komitmen moral dan profesional untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.

“Sebagai lembaga yang bergerak di bidang sosial, pendidikan, dan keagamaan, kami memiliki tanggung jawab untuk memastikan program yang menyentuh kepentingan rakyat berjalan tepat sasaran. Kapala Emas 2026 sejalan dengan misi kami dalam mendorong kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi berbasis komoditas unggulan daerah,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh proses pendataan dan pendampingan akan dilaksanakan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) pemerintah serta ketentuan teknis yang berlaku. Profesionalisme dan akuntabilitas, kata dia, menjadi prinsip utama dalam menjalankan kemitraan tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, menyatakan kolaborasi dengan YP2M3F diharapkan memperkuat pendekatan partisipatif yang berakar pada kearifan lokal masyarakat pala Fakfak. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari luas tanam, melainkan dari konsistensi pendampingan dan pengawalan di lapangan.

Program Kapala Emas merupakan bagian dari strategi besar pengembangan kawasan pala unggul seluas 1.000 hektare di Kabupaten Fakfak. Agenda tersebut diarahkan untuk memperkuat hilirisasi komoditas perkebunan pala, meningkatkan produktivitas dan kualitas kebun rakyat, serta menjaga reputasi Pala Fakfak di pasar nasional maupun internasional.

Widhi menekankan bahwa keberlanjutan program membutuhkan dukungan anggaran serta keterlibatan mitra strategis yang memiliki kapasitas teknis dan kedekatan sosial dengan masyarakat. Tanpa dukungan tersebut, percepatan program akan berjalan lebih lambat.

“Kita membutuhkan kolaborasi yang kuat agar pala yang ditanam benar-benar terawat, tumbuh optimal, dan pada akhirnya menjadi investasi jangka panjang bagi masyarakat Fakfak,” ujarnya.

Dengan fondasi data yang kuat dan pendampingan yang terstruktur, pengembangan kawasan pala unggul diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi juga memperkokoh struktur ekonomi daerah secara inklusif. Di tengah persaingan pasar global, komitmen memperkuat Pala Fakfak sebagai komoditas unggulan menjadi penegas bahwa dari tanah Mbaham Matta, ekonomi rakyat dapat tumbuh berakar dan berbuah.

 

Writter : Evav | Editor : Red